Namun, RA mengaku aksi nekat melakukan bom bunuh diri itu timbul karena pengaruh media sosial. Dari situlah tersangka mulai menerima berbagai doktrin, pencerahan sampai akhirnya pada akhir tahun 2018 dia mulai berbaiat dengan pimpinan ISIS di Suriah.
Baca juga: Berantas Terorisme, Panglima TNI Tunggu Keppres untuk Terjunkan Koopssusgab
"Tersangka ini (RA) adalah pelaku tunggal. Dia bekerja sendirian, tidak memiliki jaringan dan berbaiat melalui media sosial dengan paham di ISIS sana,"ujarnya.
Setelah dibaiat oleh ISIS, tersangka mulai diajarkan ayat-ayat tentang kekerasan. Termasuk membuat petasan sampai merakit bom dalam skala kecil sama seperti yang meledak kemarin (low explosive).
Bahkan tersangka pun selalu mempengaruhi Keluarga. Termasuk ayah dan ibunya agar mengikuti jejaknya. Tapi usaha itu gagal, karena keluarga tahu apa yang disampaikan tersangka itu adalah salah.