nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaku Bom di Kartosuro Ditetapkan Terangka, Kapolda Jateng: Keluarganya Sempat Dipengaruhi

Bramantyo, Jurnalis · Rabu 05 Juni 2019 21:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 05 512 2063992 pelaku-bom-di-kartosuro-ditetapkan-terangka-kapolda-jateng-keluarganya-sempat-dipengaruhi-wXowm7atQE.jpg Lokasi bom Kartosuro (ist)

SOLO - Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan tersangka bom bunuh diri di Pospam Tugu Kartosuro, Sukoharjo kondisinya mulai membaik. Bahkan Rofik Asharudin (22) pun sudah bisa dimintai keterangan.

"Kondisi terduga pelaku bom bunuh diri sudah berangsur-angsur membaik. Dan pelaku saat ini sudah dilakukan penahanan dan statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka," papar Kapolda disela pembagian sembako Presiden Jokowi, di Gedung Graha Saba,Solo, Rabu (5/6/2019).

 Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri Pos Polisi Kartosuro Disebut Bomber Lone Wolf

Menurut Kapolda, dalam keterangannya, tersangka mengaku bekerja sendirian. Tersangka RA tidak terlibat dengan jaringan teroris manapun. RA, ungkap Kapolda, bisa dikatakan bekerja sendirian.

 Kapolda jateng Rycko (bram)

Namun, RA mengaku aksi nekat melakukan bom bunuh diri itu timbul karena pengaruh media sosial. Dari situlah tersangka mulai menerima berbagai doktrin, pencerahan sampai akhirnya pada akhir tahun 2018 dia mulai berbaiat dengan pimpinan ISIS di Suriah.

 Baca juga: Berantas Terorisme, Panglima TNI Tunggu Keppres untuk Terjunkan Koopssusgab

"Tersangka ini (RA) adalah pelaku tunggal. Dia bekerja sendirian, tidak memiliki jaringan dan berbaiat melalui media sosial dengan paham di ISIS sana,"ujarnya.

Setelah dibaiat oleh ISIS, tersangka mulai diajarkan ayat-ayat tentang kekerasan. Termasuk membuat petasan sampai merakit bom dalam skala kecil sama seperti yang meledak kemarin (low explosive).

Bahkan tersangka pun selalu mempengaruhi Keluarga. Termasuk ayah dan ibunya agar mengikuti jejaknya. Tapi usaha itu gagal, karena keluarga tahu apa yang disampaikan tersangka itu adalah salah.

 Baca juga: Istana: Pelaku Bom Bunuh Diri di Kartosuro Tak Terdeteksi

"Tersangka ini juga ngajak ayah dan ibunya serta keluarganya yang lain agar mengikuti jejaknya. Tapi ditolak mentah-mentah oleh keluarganya. Karena keluarganya tahu apa yang disampaikan RA itu salah,"jelas Kapolda.

Sesuai keterangan dari keluarga tersangka, ungkap Kapolda, dan data dari Polri sejauh ini tersangka tidak memiliki jaringan, tersangka bekerja sendiri dan merupakan pelaku tunggal (Lone Wolf)

Ditambahkan Kapolda hasil pemantauan rekaman CCTV dari sekitar lokasi kejadian peledakan juga hasil penyelidikan tim Gegana Polri ledakannya tidak sempurna.

"Bomnya ledakannya tidak sempurna, cara merakitnya juga tidak sempurna sehingga lukanya hanya ada di sekitar dirinya menyimpan bom di pinggangnya," ungkapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini