
Dia menyampaikan, sel-sel yang tumbuh tersebut pada titik tertentu akan memiliki keterikatan dalam jaringan. Mereka sama-sama dibentuk dengan doktrin tertentu hingga berani melakukan teror, yang dalam istilah kelompok tersebut dinamakan amaliyah.
"Belum tentu mereka saling koordinasi (untuk melakukan teror). Sinyalnya adalah pesan saja melalui amaliyah. Di sana nanti kita akan melihat di Banyumas itu muridnya siapa, yang di sini muridnya siapa dan sebagainya, nanti baru kelihatan," tambahnya.
"Kalau ditarik ke atas, ini kelompok siapa naik ke atas, kelompoknya siapa, nanti akan ketemu jaring laba-laba yang nanti akan ketemu di atas. Kalau kita mau lihat mbah-mbahnya itu ya Aman Abdurrahman, tapi kan tidak ada instruksi langsung dari Aman," jelas mantan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng, periode 2012-2017 itu.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.