nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pantai Selatan Diterjang Gelombang Tinggi, Sejumlah Kapal Milik Nelayan Hancur

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 23:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 12 510 2065807 pantai-selatan-diterjang-gelombang-tinggi-sejumlah-kapal-milik-nelayan-hancur-fRdNPDv31D.jpg Foto Ilustrasi Okezone

WONOSARI - Kawasan Pantai Selatan Kabupaten Gunungkidul kembali dilanda cuaca buruk ditandai dengan gelombang tinggi sejak Selasa 11 Juni 2019 dinihari kemarin. Akibat diterjang gelombang tinggi mencapai 18 Feet atau ketinggian gelombang mencapai 5-6 meter menyebabkan 4 kapal milik nelayan yang berada di pinggiran pantai rusak dihantam gelombang tinggi.

Guna menghindari hal yang tidak diinginkan akibat terdampak gelombang pasang, ratusan kapal yang diparkir di sepanjang pantai dievakuasi ke lokasi aman menjauhi perairan pantai.

“Gelombang tinggi yang terpantau mencapai antara 17- 18 feet atau ketinggian antara 5 sampai 6 meter,” kata Koordinator Tim SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron, Marjono.

Terkait dengan perubahan cuaca sepanjang pantai selatan dan mengacu pada informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pihanya melakukan berbagai langkah antisipasi dan melakukan pemantauan kordisi cuaca secara rutin. Seluruh nelayan dan masyarakat juga wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan dan diminta untuk menghentikan aktivitas di laut.

 Nelayan

Bahkan terkait dengan gelombang tinggi ini pemilik kapal terutama para nelayan diminta untuk memindahkan kapal ke tempat yang jauh dari jangkauan ombak.

“Meskipun belum kita ketahui pemiliknya terdapat 4 kapal mengalami kerusakan akibat dihantam gelombang tinggi,” imbuhnya.

Berdasarkan perkiraan BMKG yang dilansir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul dan Tim SAR Gunungkidul, cuaca buruk ini diperkirakan akan terus terjadi hingga 6 hari ke depan. Karena itu saat ini pihak BPBD maupun tim SAR terus melakukan pemantauan intensif.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini