Kapal Tanker Jepang Dihantam Dua "Obyek Terbang" dalam Serangan di Teluk Oman

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 14 Juni 2019 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 14 18 2066549 kapal-tanker-jepang-dihantam-dua-obyek-terbang-dalam-serangan-di-teluk-oman-jLZAn31zns.jpg Foto: Kyodo/via Reuters.

TOKYO – Presiden perusahaan pengapalan Jepang, Kokuka Sangyo mengatakan bahwa kapal tankernya, Kokuka Courageous dihantam oleh dua “obyek terbang” dalam serangan yang terjadi di Teluk Oman pekan ini. Dia mengatakan bahwa muatan etanol yang dibawa kapal tersebut tidak mengalami kerusakan.

Dalam konferensi pers pada Jumat, Presiden Kokuka, Yutaka Katada mengatakan bahwa saat ini Kokuka Courageous telah berlayar ke Pelabuhan Khor Farkhan di Uni Emirat Arab (UEA). Kru kapal telah kembali bertugas setelah sempat dievakuasi menyusul insiden yang terjadi.

"Para kru memberi tahu kami ada sesuatu yang terbang ke arah kapal, dan mereka menemukan sebuah lubang," kata Katada sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (14/6/2019). "Lalu beberapa kru menyaksikan tembakan kedua."

Katada mengatakan bahwa tidak ada kemungkinan kapal yang membawa 25.000 ton metanol itu dihantam oleh torpedo.

Amerika Serikat (AS) menyalahkan Iran atas serangan pada Kamis terhadap Kokuka Courageous dan kapal tanker lain, Front Altair milik Norwegia. Namun Teheran membantah tuduhan itu.

BACA JUGA: Rilis Video, Militer AS Klaim Iran Singkirkan Ranjau dari Tanker yang Diserang

Dia juga mengatakan bahwa awak kapal melihat sebuah kapal militer Iran di sekitar Kokuka Courageous pada Kamis malam waktu Jepang.

Katada mengatakan dia tidak percaya Kokuka Courageous dijadikan sasaran karena dimiliki oleh perusahaan Jepang. Kapal tanker itu terdaftar di Panama dan mengibarkan bendera Panama selama pelayaran.

"Kecuali jika diperiksa dengan sangat hati-hati, akan sulit untuk mengatakan bahwa kapal tanker itu dioperasikan atau dimiliki oleh Jepang," ujarnya.

Menteri Perindustrian Jepang Hiroshige Seko pada Jumat mengatakan bahwa insiden tersebut akan dibahas pada pertemuan menteri energi dan lingkungan G20 akhir pekan ini.

Seko menolak mengomentari para pejabat Amerika yang menyalahkan Iran, dengan mengatakan Jepang masih menyelidiki insiden, yang terjadi saat Perdana Menteri Jepang Abe Shinzo, berada di Teheran. Kunjungan Abe ke Teheran dilakukan dalam upaya membantu meredakan ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini