Karenanya, selain terus menerus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak meliarkan anjingnya, tahun 2019 ini pula pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali menaikkan terget cakupan vaksinasi massal. Jika dulu targetnya 70 persen dari prediksi populasi, maka tahun 2019 ini menjadi 95 persen.
Hingga saat ini jumlah anjing yang tervaksin selama pelaksanaan vaksinasi massal mencapai 466.170 ekor atau 80,74 persen. ”Sehingga masih menyisakan 15 persen target. Semoga bisa dicapai sampai akhir Juni ini,” kata Mardiana.
Baca juga: Anjing Rabies Ngamuk Gigit Tiga Anak di Buleleng
Setelah pelaksanaan vaksinasi massal berakhir, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah langkah surveilan, berupa pemeriksaan darah untuk anjing-anjing yang sudah tervaksin untuk mengetahui daya tahan tubuhnya terhadap rabies setelah tervaksin.
Diakui Mardiana, Bali sudah selama 11 tahun belum juga bebas rabies. Syarat rabies sendiri adalah dua tahun berturut-turut tidak boleh ada kasus positif baik pada anjing maupun manusia.