"Dia telah ditempatkan di belakang kerangkeng kaca (selama persidangan). Tidak ada yang bisa mendengarnya atau tahu apa yang terjadi padanya. Dia belum menerima kunjungan selama berbulan-bulan atau hampir setahun. Sebelumnya, dia mengeluh tidak mendapatkan obatnya. Ini adalah pembunuhan terencana. Ini adalah kematian yang lambat," kata Sudan sebagaimana dilansir Al Jazeera, Selasa (18/6/2019).
Ikhwanul Muslimin juga menyerukan kepada rakyat Mesir untuk berkumpul dalam sebuah pemakaman massal dan di depan kedutaan-kedutaan Mesir di berbagai negara di dunia.
Morsi merupakan seorang pimpinan dan kandidat dari Ikhwanul Muslimin ketika dia menjadi presiden pertama yang terpilih secara demokratis dalam sejarah modern Mesir pada 2012.
Pemerintahan Morsi tidak bertahan lama setelah diguncang demonstrasi besar-besaran karena dia dianggap membiarkan kelompok-kelompok berhaluan Islam garis keras mendominasi politik dan gagal memperbaiki perekonomian.
Pada 30 Juni 2013, tepat setahun setelah Morsi berkuasa, jutaan rakyat Mesir turun ke jalan menuntutnya mengundurkan diri dalam sebuah demonstrasi besar-besaran yang akhirnya berujung pada kudeta oleh militer Mesir pada 3 Juli 2013.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.