nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemimpin Hong Kong Minta Maaf Atas Kontroversi dari RUU Ekstradisi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 17:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 18 18 2067940 pemimpin-hong-kong-minta-maaf-atas-kontroversi-dari-ruu-ekstradisi-U0bVhm5w5F.jpg Foto: Reuters.

HONG KONG – Pemimpin Eksekustif Hong Kong, Carrie Lam telah meminta maaf atas rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang kontroversial. RUU yang akan mengizinkan warga Hong Kong untuk dikirim ke China untuk diadili itu telah memicu demonstrasi besar-besaran jutaan warga Hong Kong dalam setidaknya dua pekan terakhir.

Demonstrasi terbesar dalam sejak penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China pada 1997 itu telah memaksa Lam menangguhkan pengajuan RUU tersebut ke parlemen untuk waktu yang tidak ditentukan. Namun, demonstran yang tidak puas menuntut RUU ekstradisi tersebut dibatalkan dan agar Lam mengundurkan diri dari jabatannya.

"Saya pribadi harus memikul sebagian besar tanggung jawab. (RUU) ini telah menimbulkan kontroversi, perselisihan, dan kecemasan dalam masyarakat," kata kepala eksekutif Hong Kong itu sebagaimana dilansir BBC, Selasa (18/6/2019).

"Untuk ini saya menawarkan permintaan maaf yang paling tulus kepada semua orang di Hong Kong."

Saat ditanya mengapa dia tidak mengundurkan diri atau menarik RUU tersebut, Lam mengatakan fakta bahwa RUU Ekstradisi telah ditangguhkan menunjukkan dia mendengarkan tuntutan warga.

Lam mengatakan bahwa kecuali pemerintah dapat mengatasi kekhawatiran tentang undang-undang yang diusulkan "kami tidak akan melanjutkan dengan latihan legislatif lagi".

Dia menambahkan bahwa "sangat tidak mungkin" pemerintah dapat mengurangi ketakutan sebelum tahun depan, ketika masa jabatan dewan legislatif Hong Kong berakhir, dan "jika itu terjadi, pemerintah akan menerima kenyataan yang terjadi".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini