Yusril Sebut Alat Bukti Kubu Prabowo Berantakan & Tidak Jelas

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 19 Juni 2019 14:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 19 605 2068270 yusril-sebut-alat-bukti-kubu-prabowo-berantakan-tidak-jelas-kG9qzb14PY.jpg Sidang gugatan Pilpres 2019 di MK (foto: Arief Julianto/Okezone)

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) sempat meminta kepada tim hukum Prabowo-Sandi untuk melakukan pemberkasan ulang mengenai alat bukti yang disetorkan ke lembaga pengawal konstitusi. MK belum bisa memverifikasi dan memberikan waktu ke tim Prabowo untuk memilah barang bukti tersebut.

Melihat hal itu, Ketua Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra menilai bahwa pengumpulan alat bukti yang dilakukan oleh kubu Prabowo-Sandi terbilang berantakan dan tidak jelas.

"Belum pernah terjadi selama saya bersidang di Pengadilan alat bukti berantakan seperti ini, tidak jelas gitu. Padahal kalau perkara pidana bisa disusun 2 meter alat bukti disusun tinggi," kata Yusril di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

 Baca juga: Dari Said Didu hingga Haris Azhar, Ini 17 Saksi dari Kubu Prabowo di MK

Sidang Gugatan Pilpres di MK

Dengan begitu, Yusril pun mempertanyakan alat bukti yang diklaim sebanyak delapan kontainer box itu diperuntukkan untuk membuktikan hal apa. Mengingat, proses pemberkasan alat bukti yang tidak proporsional.

"Jadi disebut apa gunanya. Kami sendiri agak bingung membaca daftar alat bukti tapi alat bukti itu tidak tahu digunakan untuk membuktikan apa, begitu juga apalagi tadi yang dikemukakan Prof Eni tadi ternyata disebutkan dalam daftar bukti, alat bukti tak ada. Malah lebih kacau lagi," tutur Yusril.

 Baca juga: Saksi Prabowo Ungkap 17,5 Juta DPT Invalid, MK Minta Bukti

Yusril pun menyinggung pernyataan dari eks Ketua MK Mahfud MD, yang sempat menyatakan bahwa banyak pemohon sengketa Pemilu yang tidak kuat dalam melampirkan alat bukti dalam permohonannya.

"Sekarang ini betul apa yang dikatakan pengamat termasuk Mahfud MD permohonan di MK dalam Pilpres sangat miskin dengan bukti. Bukti tak jelas. Omong banyak tapi buktinya gak pernah jelas ada di sini. Kalau bukti berantakan dalam kotak itu bagaimana mau menggunakan sebagai alat bukti. Itu juga masih agak membingungkan buat kami," tutup Yusril.

 Sidang Gugatan Pilpres di MK

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini