nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Misteri Kematiannya Hebohkan Warga Bekasi, Makam Olis Akhirnya Dibongkar

Wijayakusuma, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 16:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 20 338 2068774 misteri-kematiannya-hebohkan-warga-bekasi-makam-olis-akhirnya-dibongkar-RviGNBE45W.jpg Prosesi pembongkaran makam Olis di Bekasi (Foto: Wijayakusuma/Okezone)

BEKASI - Polsek Cikarang Utara bersama pihak RS Kramat Jati akhirnya melakukan pembongkaran makam Olis (46), warga Kampung Kandang RT 06 RW 05, Desa Sukaraja, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kepolisian akan melakukan autopsi guna mencari tahu penyebab pasti tewasnya ibu beranak dua itu.

Tindakan ini berdasarkan permintaan pihak keluarga yang menduga jika Olis meninggal secara tidak wajar lantaran terdapat sejumlah kejanggalan.

"Alhamdulillah pihak kepolisian dan kedokteran dari RS Kramat Jati ke TKP. Mudah-mudahan ke depan terungkap hasil dari autopsi tersebut, apakah diduga adanya pembunuhan," kata kuasa hukum keluarga korban, Ius Soliwanto kepada awak media, Kamis (20/6/2019).

(Baca Juga: Misteri Kematian Olis Hebohkan Warga Bekasi, Polisi Bakal Bongkar Makam)

Ia berharap dengan adanya autopsi yang dilakukan pihak kepolisian, dapat mengungkap kejelasan penyebab tewasnya Olis yang disebutkan hanyut di tanggul irigasi dekat kediaman korban, Minggu 14 April 2019 sore.

"Keluarga korban (sempat) dimintakan untuk dilakukan autopsi, tapi pada waktu itu mereka panik dan tidak ada pendampingan hukum. Olah TKP kepolisian memang ada, tetapi sampai mendetail adanya garis polisi, pada saat itu belum," ujar Ius.

Prosesi Pembongkaran Makam Olis (Foto: Wiajayakusuma/Okezone)

Namun seiring waktu, kata dia, pihak keluarga mendapat rumor tentang kematian korban yang dianggap tidak wajar oleh sebagian warga. Berawal dari situ, pihak keluarga akhirnya menelisik dan mendapat sejumlah kejanggalan pada kematian korban yang kala itu sedang bersama sang suami. Terlebih sebelum meninggal dunia, korban dan sang suami yang baru setahun menikah, sering terlibat cekcok selama 6 bulan terakhir.

"Pada sore hari itu korban ini masih melakukan kegiatan penagihan uang arisan. Pukul 17.30 WIB korban ke tempat suaminya di pinggiran sungai irigasi. Menurut suaminya korban mau mencuci pakaian, yang mana lokasinya kurang lebih 6 meter dari rumahnya," paparnya.

Ius pun mengungkapkan sejumlah kejanggalan yang ditemukan pihak keluarga sebelum dan sesudah korban dikabarkan hanyut.

"Saat mencuci, korban masih berpakaian rapi, tidak layak seperti orang mau mencuci. Kedua, waktunya itu sudah mau maghrib. Menurut suaminya, setelah korban minta izin mau mencuci, suaminya masuk ke dalam rumah. Kurang lebih 35 menit sang suami keluar, korban sudah tidak ada," paparnya.

"Lagi-lagi menurut suaminya katanya hanyut. Dari lokasi mencuci sampai ditemukannya mayat korban, itu kurang lebih 300 meter. Padahal pada saat kejadian, arus sungai itu tidak ada, dan kedalamannya hanya 70-80 sentimeter," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ius, di sepanjang tanggul irigasi juga terdapat beberapa material yang bisa menahan jasad korban saat hanyut.

"Ada halangan-halangan kalau memang jasad korban hanyut, seperti jembatan, bambu-bambu rintangan, dan di sisi kirinya itu ada tempat duduk biasa warga nongkrong pada saat sore. Namun tidak ada yang melihat jasad korban hanyut mengambang mengikuti arus. Tiba-tiba ditemukan di jarak 300 meter tadi," paparnya.

Pihak keluarga pada saat itu menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jasad korban, dan akhirnya hanya diberikan visum luar dari pihak RSUD Bekasi. Hasil visum menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jasad korban. Namun pihak keluarga masih belum sepenuhnya percaya dan meminta pihak kepolisian untuk melakukan autopsi.

Ilustrasi Mayat

Sementara itu, Kanit Reskrim Mapolsek Cikarang Utara, AKP Bryan Rio Wicaksono mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil dari autopsi yang dilakukan pihak RS Kramat Jati, untuk memastikan penyebab kematian korban.

"Ada keinginan dari pihak keluarga untuk mencari tahu apa penyebab kematian korban, makanya sekarang kita lakukan bongkar makam. Kami masih menunggu hasil keterangan autopsi dari dokter terhadap jasad ibu Olis. Kami masih belum bisa memberi jawaban yang pasti untuk hasilnya seperti apa," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini