Soal "Kecurangan Bagian Demokrasi", Moeldoko: Itu Pelintiran yang Ngawur

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 17:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 20 605 2068845 soal-kecurangan-bagian-demokrasi-moeldoko-itu-pelintiran-yang-ngawur-bx4dYsZyr0.jpg Wakil Ketua TKN Moeldoko

JAKARTA - Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko membantah tudingan caleg PBB Hairul Anas Suaidi yang menyatakan dirinya memperbolehkan kecurangan karena bagian dalam demokrasi dalam sengketa hasil Pilpres 2019 di persidangan Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Moeldoko, kesaksian tersebut merupakan pelintiran belaka. Ia memaparkan materi yang disampaikannya soal kecurangan tersebut lantaran konteksnya ingin seluruh pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin mewaspadai adanya indikasi kecurangan dalam pesta demokrasi Pilpres 2019.

"Itu konteksnya tidak seperti itu. Jadi tidak ada saya mengajarkan mereka untuk berlaku curang, dalam sebuah demokrasi kecurangan adalah hal yang wajar, itu sebuah pelintiran yang ngawur," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Mantan Panglima TNI itu membantah bila meminta pendukung petahana untuk berlaku curang dalam Pilpres 2019. Dalam pertemuan tersebut, sambung dia, hanya untuk menekankan agar pendukung 01 bisa mewaspadai kecurangan.

"Saya tidak pernah mengajarkan untuk berbuat curang. Enggak ada. Yang saya tekankan adalah bagaimana harus waspada, harus mencermati situasi, siapa tahu nanti terjadi kecurangan. Itu lah, konteksnya seperti jadi jangan salah, jangan dibalik-balik," terangnya.

Caleg PBB Haerul Anas jadi saksi Prabowo-Sandi

Baca Juga: Keponakan Mahfud MD Beberkan 'Kecurangan Bagian Demokrasi' di Sidang MK

Baca Juga: Antara Juwangi-Teras di Sidang MK & Putri Gus Mus Jadi Viral

Moeldoko menyayangkan adanya kesalahan konteks yang disampaikan saksi dari kubu Prabowo-Sandi itu. Ia pun menilai saksi yang juga kerabat anggota Dewan Pengarah BPIP Mahfud MD itu salah dalam memahami konteks materi pembekalamnya.

"Konteksnya adalah saya selaku (wakil ketua) TKN memberikan pembekalan kepada para saksi. Intinya adalah supaya para saksi itu lebih waspada, lebih hati-hati melihat situasi," sambungnya.

Moeldoko menjelaskan, dalam sebuah demokrasi yang mengedepankan kebebasan, apa saja bisa terjadi, termasuk juga kecurangan, bisa terjadi.

"Untuk itu, kalian para saksi harus bekerja sungguh-sungguh, berikutnya kalian harus militan, jangan banyak meninggalkan tempat, bahkan yang pakai kacamata saya tegaskan, kalian yang menggunakan kacamata maju ke depan agar sungguh-sungguh memahami apa yang dikerjakan oleh para penghitung suara itu," kata Moeldoko.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini