Disebut di Sidang MK, Bupati Karanganyar: Saksi Prabowo Mengada-ada

Bramantyo, Okezone · Kamis 20 Juni 2019 22:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 20 605 2068941 disebut-di-sidang-mk-bupati-karanganyar-saksi-prabowo-mengada-ada-E92NAqH95L.jpg Bupati Karanganyar Juliyatmono (Foto: Bramantyo)

KARANGANYAR - Bupati Karanganyar Juliyatmono menyebut apa yang diutarakan salah satu saksi saat persidangan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) bila dirinya melakukan pengerahan ASN untuk mendukung Capres dan Cawapres, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin terlalu mengada-ada.

Menurut Juliyatmono, deklarasi dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dilakukan saat hari libur. Selain itu, gedung yang digunakan untuk deklarasi adalah gedung yang telah disewa. Dan saat deklarasi dukungan pada Capres dan Cawapres 01 itu tidak bersama aparatur sipil negara (ASN).

Bahkan, dirinya yang hadir saat deklarasi itu pun tidak memakai ajudan dan tidak menggunakan fasilitas negara lainnya. Kapasitas dirinya hadir yaitu sebagai Ketua DPD Partai Golkar Karanganyar yang merupakan bagian dari parpol koalisi pendukung paslon 01.

“Saya memang tidak mendengar sendiri nama saya disebut di sidang MK. Saya tahunya dari Whatsapp yang dikirimkan pada saya. Dari situ saya tahu nama saya disebut. Dan apa yang diutarakan salah satu saksi di sidang MK itu mengada-ada. Deklrasi tersebut dilakukan pada hari libur,” kata Juliyatmono, Kamis (20/06/2019).

Baca Juga: Tak Hadirkan Saksi di MK, Bawaslu Lampirkan Jawaban Tertulis 200 Halaman Lebih

Menurut Juliyatmono, bila apa yang disebutkan salah satu saksi di MK itu tidak mengada-ada, tentulah dirinya sudah mendapatkan teguran dari Mahkamah Konstitusi.

Sidang MK

Tapi buktinya, ungkap Juliyatmono, usai deklarasi bersama komunitas masyarakat untuk 01, tidak ada satu pun yang mempermasalahkan kejadirannya. Bahkan, dirinya belum pernah dilaporkan atau mendapatkan teguran dari pihak Bawaslu karena menghadiri deklarasi tersebut.

“Usai deklarasi, tidak ada yang mempermasalahkan dan melaporkan ke Bawaslu. Saya juga belum pernah dapat teguran dari lembaga manapun, dan dari siapa pun. Tahu-tahu nama saya disebut di sidang MK oleh salah satu saksi. Ini kan mengada-ada. Padahal, deklarasi itu saya lakukan saat hari libur, dan itu diperbolehkan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, nama Bupati Karanganyar Juliyatmono mengerahkan ASN saat deklarasi Paslon 01 disebut salah satu saksi di Mahkamah Konstitusi, Rabu 19 Juni 2019. Menurut saksi, video deklarasi tersebut, sempat viral di media sosial.

Baca Juga: Moeldoko: Kubu 02 Produksi Kebohongan yang TSM

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini