Sejumlah Pekerjaan Rumah Golkar untuk Pileg 2024

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 21:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 20 606 2068942 sejumlah-pekerjaan-rumah-golkar-untuk-pileg-2024-x5OAoBMQ6k.jpg Foto Istimewa

JAKARTA - Pencapaian Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto pada Pemilu Legislatif 2019 menempatkan partai berlambang pohon beringin itu peroleh suara tertinggi kedua yakni 85 kursi.

Keterpurukan terkait kepemimpinan hingga beberapa kadernya yang terseret kasus korupsi. Partai Golkar berhasil keluar dari situasi yang menerpanya baik internal maupun eksternal selama hampir 5 (lima) tahun belakangan ini, berhasil menyelamatkan marwah partai dalam kancah politik nasional.

Selain itu juga, Partai Golkar membuktikan mampu bersaing di era milenial dengan partai-partai lain yang berisi kaum milenial. Dan Partai Golkar secara ideologi mampu memberikan pendidikan politik dan prestasi di tengah persaingan politik liberal.

Oleh karena itu, Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Andi Maraida mengatakan, AMPG sebagai salah satu sayap partai, melekat di tubuh partai, berkewajiban mengawal segala kebijakan partai.

"Bagi AMPG tidak ada pilihan lain selain menerjemahkan posisinya secara tepat alias tidak bertentangan dengan kebijakan partai. AMPG harus fokus dalam mengawal kebijakan partai dan tidak terjebak pada hal-hal atau isu-isu yang tidak produktif yang cenderung memecah belah dan membuat partai kembali terpuruk," kata Andi dalam keterangannya, Kamis (20/6/2019).

 Ketum AMPG

Kata Andi, Partai Golkar membutuhkan kontribusi AMPG dalam melaksanakan agenda-agenda politik partai dan berkontribusi terhadap bangsa dan negara. Selain itu juga AMPG harus mampu memberikan masukan-masukan atau pokok-pokok pikirannya terkait dengan agenda-agenda strategis untuk kejayaan partai.

"AMPG dituntut memainkan peranannya sebagai anak panah Partai Golkar untuk bersentuhan langsung dengan segmen masyarakat hingga ke grassroot, karena sesungguhnya keberadaannya sebagai sayap partai untuk mengurangi beban dan tugas-tugas partai. Untuk itu AMPG harus menjaga soliditas organisasi dalam mengawal kebijakan Partai Golkar," tuturnya.

Oleh karena itu, kata dia, Partai Golkar harus mampu memberikan evaluasi terhadap penyelenggaraan Pemilu Serentak karena hal itu jauh di bawah target dari tujuan berdirinya negara yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Partai Golkar harus lebih berani membuka diri dan pintu selebarnya-lebarnya dalam mempersiapkan kader-kader muda yang potensial, berprestasi, berani mengambil keputusan dalam dinamika politik yang berlatar belakang organisasi, sehingga kedepan Partai Golkar menjadi leader menuju Indonesia 2025," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini