nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rampas Motor Warga, 12 Anggota Pasukan Berani Tewas Diringkus Polisi

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 17:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 20 608 2068844 rampas-motor-warga-12-anggota-pasukan-berani-tewas-diringkus-polisi-tdWOMxb0YQ.jpg Ilustrasi penangkapan preman (Okezone)

JAKARTA – Polisi menangkap 12 orang anggota geng motor Pasukan Berani Tewas (PBT) di kawasan Jalan Tanjung Balai, Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, karena menyerang seorang pengendara motor.

Ke 12 anggota geng motor itu diciduk tim Pegasus Polsek Sunggal setelah menerima laporan ada warga bernama Bambang Syahputra (34) warga Jalan Lama, Pasar Lama Gang Mistar, Desa Lalang diserang para pelaku saat hendak menjemput istrinya pulang kerja.

Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi mengatakan, setelah dapat laporan, timnya langsung meluncur ke lokasi kejadian. Hasil penyelidikan, polisi berhasil mengantongi identitas pelaku dan langsung ditangkap.

“12 orang pelaku berhasil dibekuk,” kata Yasir didampingi Kanit Reskrim Iptu Syarif Ginting seperti dikutip dari Tribratanews Polda Sumut, Kamis (20/6/2019).

Pelaku yang ditangkap pada Selasa 17 Juni 2019 masing-masing berinsial AA (18), An (17), DA (16), Ari (17), BP (19), BS (17), JH (18), Ilh (17), TA (14), DK (18), Mus (18) serta MH (20).

“Seluruh pelaku adalah warga Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal, Deliserdang,” ujarnya.Ilustrasi

Kronologi kejadian bermula saat Bambang melintas di lokasi kejadian. Korban dikejar puluhan anggota genk motor yang bersenjata batu koral, kayu serta senjata tajam parang. Korban pun kabur.

Karena ketakutan, sepeda motor korban terjatuh lalu ia lari ke pinggiran sungai, meninggalkan sepeda motornya. Setelah mendapatkan sepeda motor korban, para pelaku berkumpul di kediaman pelaku BP di Jalan Setia Sama, Desa Sunggal Kanan.

Menurut Yasir, pelaku perampas sepeda motor korban yakni Patek dan Suno. Keduanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Para pelaku dikenakan Pasal 365 Ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini