nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pimpinan Kudeta Ethiopia yang Gagal Tewas Ditembak

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 21:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 24 18 2070391 pimpinan-kudeta-ethiopia-yang-gagal-tewas-ditembak-IbLwptB2yp.jpg Brigadir Jenderal Asaminew Tsige tewas ditembak setelah upaya kudeta yang gagal di Amhara, Ethiopia. (Foto: YouTube)

ADDIS ABABA – Tersangka yang diyakini sebagai pimpinan upaya kudeta yang gagal di daerah Amhara, Ethiopia telah ditembak mati oleh polisi. Brigadir Jenderal Asaminew Tsige dilaporkan tewas di pinggiran Ibu Kota Amhara, Bahir Dar.

Brigadir Jenderal Asaminew adalah kepala keamanan regional Amhara. Dia berada di antara sekelompok perwira militer berpangkat tinggi yang dibebaskan dari penjara awal tahun lalu ketika pemerintah sebelumnya bergerak untuk membebaskan tahanan politik sebagai tanggapan atas tekanan publik.

Upaya kudeta yang berlangsung pada Sabtu telah menewaskan Panglima Angkatan Bersenjata Ethiopia, Jenderal Seare Mekonnen, Jenderal Gezai Abera yang sedang bersamanya dan Gubernur Regional Ambachew Mekonnen.

Perdana Menteri Abiy Ahmed mengatakan bahwa Jenderal Seare dan Gezai tewas ditembak saat berusaha menghentikan kudeta tersebut. Keduanya merupakan sekutu dekat perdana menteri.

Satu kontingen pasukan pro-pemerintah telah dikerahkan di Bahir Dar dan ibu kota federal, Addis Ababa. Pemerintah mengatakan saat ini situasi telah terkendali. Demikian diwartakan BBC, Senin (24/6/2019).

Bendera dikibar setengah tiang setelah perdana menteri menyatakan hari berkabung untuk memperingati kematian para loyalis. Layanan internet kembali dimatikan di seluruh negeri, beberapa hari setelah layanan dilanjutkan setelah pemadaman tanpa keterangan yang berlangsung selama lebih dari satu pekan.

Kekerasan etnis telah melanda Amhara dan bagian lain Ethiopia dalam beberapa tahun terakhir.

Ethiopia, yang merupakan negara merdeka tertua di Afrika,juga merupakan negara dengan populasi terpadat kedua di benua itu, setelah Nigeria, dengan 102,5 juta penduduk dari lebih dari 80 kelompok etnis berbeda.

Sebagai salah satu pusat penghubung perjalanan udara jarak jauh, Ethiopia memiliki ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Namun, banyak warga muda negara itu yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan dan menganggur.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini