Pangkalan Militer Diserang, Ethiopia Nyatakan Kondisi Darurat

Agregasi VOA, · Kamis 05 November 2020 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 18 2304427 pangkalan-militer-diserang-ethiopia-nyatakan-kondisi-darurat-D7I6IqpxKm.jpg PM Abiy Ahmed (Foto: Voa Indonesia)

PEMERINTAH Ethiopia telah mengirim tentara ke kawasan Tigray dan menyatakan kondisi darurat selama enam bulan ke depan setelah Perdana Menteri Abiy Ahmed menyampaikan tuduhan bahwa pemerintah Tigray menyerang sebuah pangkalan militer federalnya.

Abiy Ahmed mengatakan operasi militer dimulai di bagian utara Tigray Rabu 4 November 2020 pagi, setelah ia menyampaikan tuduhan bahwa Front Pembebasan Rakyat Tigray TPLF merekayasa serangan terhadap sebuah pangkalan militer strategis.

Namun, pejabat-pejabat pemerintah masih tutup mulut tentang jumlah atau tujuan operasi ini, dan apakah sudah ada pejabat-pejabat TPLF yang ditangkap atau jumlah korban. Hingga Rabu siang jaringan internet dan telepon di Tigray masih terputus.

Hubungan Tigray dan pemerintahan Abiy Ahmed terganggu sejak ia berkuasa tahun 2018 dan memojokkan TPLF, yang sebelumnya telah memimpin pemerintahan koalisi selama hampir 30 tahun.

Bulan lalu pemerintah federal juga memerintahkan Kementerian Keuangan untuk menyudahi dukungan anggaran langsung pada kawasan Tigray setelah melangsungkan pemilu kawasan yang ilegal.

Baca Juga: Polisi Sebut 166 Tewas saat Demo Kematian Penyanyi Pop di Ethiopia

Menteri Urusan Luar Negeri Ethiopia Redwan Hussein mengatakan kepada wartawan di Addis Ababa bahwa satuan-satuan militer melaporkan adanya “serangan yang tidak diprovokasi” oleh milisi yang ingin menjarah artileri berat mereka.

Dalam sebuah pernyataan Abiy Ahmed menudup TPLF berupaya memprovokasi perang dan bertekad akan segera menanggapi hal itu.

Peristiwa hari Rabu ini terjadi hanya beberapa hari setelah pasukan pemerintah meninggalkan sebuah pos komando di bagian barat Oromia, kawasan dengan jumlah penduduk terpadat di Ethiopia. Langkah ini membuat sejumlah penyerang menewaskan sedikitnya 54 warga etnis Amharas di sebuah desa di kawasan itu. Pemerintah menuduh milisi anti-pemerintah Tentara Pembebasan Oromo dan TPLF yang melakukan serangan itu. TPLF menyangkal terlibat. (Ari)

Baca Juga:  Kisah Kakek Berusia Lebih dari 100 Tahun Sembuh dari Corona

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini