Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Modus Perjodohan, 29 Perempuan Indonesia Jadi Korban Perdagangan Manusia ke China

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 24 Juni 2019 |08:11 WIB
Modus Perjodohan, 29 Perempuan Indonesia Jadi Korban Perdagangan Manusia ke China
Human Trafficking Ilustrasi (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sedikitnya 29 perempuan yang berasal dari Kalimantan Barat dan Jawa Barat menjadi korban perdagangan orang ke China dengan modus perjodohan, menurut organisasi buruh migran. Mereka diincar para perekrut yang disebut "mak comblang" dengan iming-iming uang.

Monika Normiati terbuai janji manis teman perempuannya yang baru ia kenal di media sosial. Olehnya, Monika diiming-imingi akan dijodohkan dengan pria kaya raya asal China.

Saat itu kira-kira September 2018, ia dan si teman barunya itu bertemu di Singkawang, Kalimantan Barat.

 Baca juga: Cerita Korban Perkawinan Pesanan yang Kabur dari Tiongkok

Monika lalu dibawa ke rumahnya dan dikenalkan pada dua pria keturunan China. Tapi perempuan 22 tahun ini, menolak.

"Cowok yang satu, sudah tua dan yang kedua agak-agak idiot gitu," ujar Monika kepada wartawan di kantor LBH Jakarta, Minggu 23 Juni 2019.

 Human Trafficking

Esoknya, Monika dipertemukan lagi dengan seorang pria asal China yang usianya 28 tahun.

Di situ, ia setuju untuk "dijodohkan" dengan rayuan dibelikan emas dan dikirimi uang setiap bulan ke orangtuanya yang tinggal di Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak.

 Baca juga: Jaringan Buruh Migran Ungkap Perdagangan Orang Modus Perkawinan Pesanan

"Saya diimingi-imingi uang, dibelikan emas, dikirimi uang ke orangtua, hidup berkecukupan, diperlakukan baik, bahkan kalau mau pulang ke kampung akan diurus," tutur Monika.

Tak lama setelah itu, Monika dan Hao Tengfei bertunangan.

"Saat kami tukar cincin itu di tempat rias. Saya juga menerima uang Rp19 juta. Lalu saya dan si mak comblang itu di bawa ke sebuah rumah dengan membawa surat nikah," sambungnya.

Monika bercerita, tak ada upacara pernikahan layaknya pasangan suami-istri.

Tiba-tiba saja ia menerima buku nikah dan surat catatan sipil dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mempawah pada 12 September 2018.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement