nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6.000 Warga Magetan Terdampak Kekeringan

Agregasi Madiun Pos, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 18:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 24 519 2070318 6-000-warga-magetan-terdampak-kekeringan-kRgEuZNhx7.jpg ilustrasi

MAGETAN - Dampak musim kemarau tahun ini dirasakan lebih awal ketimbang tahun lalu di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Berbagai persiapan dilakukan untuk mengantisipasi ancaman kebakaran dan kekeringan di wilayah setempat.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Fery Yoga Saputra, mengatakan, pada tahun sebelumnya musim kemarau mulai berlangsung pada bulan ketujuh, tetapi tahun ini kemarau sudah dirasakan pada Mei.

"Tahun ini kemaraunya lebih awal. Bulan lima atau Mei saja sudah tidak ada hujan dan sumber air sudah mengering," kata dia, Senin (24/6/2019).

Fery menyampaikan salah satu yang menjadi perhatian yaitu desa-desa yang mengalami kekeringan. Diprediksi ada lima desa yang akan mengalami kekeringan di Kecamatan Parang yaitu Desa Sayutan, Desa Trosono, dan Desa Bungkuk. Sedangkan di Kecamatan Karas ada di Desa Karas dan Desa Kuwon.

Ilustrasi kekeringan

Baca Juga: 100.230 Warga Terdampak Kekeringan di Pulau Jawa

Di Kecamatan Karas, kata dia, sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah pembuatan sumur. Namun untuk pengerjaan masih di bulan Juli tahun ini.

"Untuk jumlah warga yang terdampak ada sekitar 6.000 jiwa. Sumber air mereka semakin menipis," ujar dia.

Selain kekeringan, lanjut dia, yang juga menjadi perhatian adalah kebakaran hutan dan lahan kering. Masyarakat diminta lebih waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Fery menuturkan pihaknya juga telah mengusulkan alat gepyok untuk pemadaman kebakaran hutan. Saat ada kebakaran, alat itu bisa digunakan untuk memadamkan api.

"Kami sudah meminta untuk pengadaan alat gepyok itu. Kami juga telah menyiapkan anggota," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini