TEHERAN - Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut Amerika Serikat “cacat mental” merespons sanksi yang diberikan AS kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
Penyebutan itu sebuah penghinaan yang pernah digunakan olehnya untuk Presiden AS Donald Trump.
Dalam sebuah pidato yang disiarkan langsung di stasiun TV pemerintah, Rouhani mengatakan sanksi terhadap Khamenei tak akan berhasil lantaran tak ada aset yang ia miliki di luar negeri.
"Tindakan Gedung Putih itu sama dengan cacat mental," kata dia. "Kesabaran strategis Teheran bukan berarti bahwa kami takut."

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Abbas Mousavi menganggap sanski terhadap Khamenei memperkeruh upaya diplomasi kedua negara.
"Pemberlakuan sanksi yang tak berguna terhadap Pemimpin Tertinggi Iran (Ayatollah Ali Khamenei) dan komandan diplomasi Iran (Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif) berarti jalur diplomasi sudah tutup permanen," cuit Abbas Mousavi di Twitter.
Baca: Iran Rilis Foto Drone Milik AS yang Ditembak
Baca: Militer AS Klaim Iran Singkirkan Ranjau dari Tanker yang Diserang
"Keputusasaan pemerintah Trump menghancurkan mekanisme internasional untuk mempertahankan keamanan dan perdamaian dunia," kata Mousavi.
Pada Senin (24/6), Presiden Donald Trump menargetkan sanksi baru AS terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya. Langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya itu diambil AS untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran setelah Iran menembak jatuh drone (pesawat nirawak) milik AS.
Washington juga menyebutkan akan menjatuhi sanksi kepada Menteri Luar Negeri Iran Zarif pekan ini.
Khamenei merupakan otoritas tertinggi Iran yang memiliki suara paling menentukan soal semua masalah di negara tersebut.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.