Semua Pihak Diimbau Terima Apapun Putusan MK

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 23:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 26 605 2071365 semua-pihak-diimbau-terima-apapun-putusan-mk-w1bBSxFWGg.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Aksi halal bihalal yang akan digelar jelang putusan Mahkmah Konstitusi (MK) oleh sejumlah ormas Islam dinilai berbau kepentingan politik.

Oleh sebab itu, Forum Silaturahmi Da’i Muda Jakarta (FSDMJ) dengan tegas menolak segala bentuk politisasi kegiatan halal bihalal yang akan dilangsungkan di halaman MK tersebut.

"Kami Forum Silaturahmi Da'i Muda Jakarta mengajak semua lapisan masyarkat untuk tidak menggubris atau mengikuti ajakan kegiatan aksi demonstrasi yang dibungkus dengan embel-embel acara halal bi halal," kata juru bicara Forum Silaturahmi Da'i Muda Jakarta, Rikal Dzikri dikawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Tak hanya itu Rikal pun meminta semua pihak tidak mengatasnamakan umat islam termasuk membungkus agenda politik terselubung.

"Kami pun meminta dan mengajak kepada semua pihak untuk mendorong dan menciptakan situasi damai dan memperteguh persatuan dan kesatuan bangsa ini," terang Rikal.

Forum Dai Muda

Rikal pun mengajak semua masyarakat agar bersama-sama menolak dan melawan pihak-pihak manapun yang melakuka upaya-upaya anarkis dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kami juga berharap agar semua pihak bisa menerima apapun keputusan hasil sidang PHPU 2019 oleh MK yang sudah berlangsung secara professional dan

terbuka," tuturnya.

Sementara itu, Habib Salim Jindan meminta kepada aparat untuk bertindak tegas terhadap pembuat onar pada acara halal bihalal tersebut. Bahkan jika perlu aparat melakukan tembak ditempat pelaku rusuh.

"Seluruh elemen masyarakat tidak usah memenuhi undangan tersebut, Jika ada yang rusuh, kami minta supaya ditembak di tempat," ujar Habib Salim Jindan kesempatan yang sama.

Menurutnya undangan halal bihalal di depan gedung MK menjelang putusan sidang gugatan Pilpres hanya merupakan kamuflase politik.

"Tujuannya hanya untuk memperkeruh suasana. Dan seandainya putusan MK tidak memuaskan, maka masyarakat yang hadir di lokasi akan dijadikan umpan untuk memancing pertikaian," kata Salim didampingi sejumlah pengurus forum antara lain Ustadz Muslim, Ustadz Fikri, Ustadz Dani, dan Ustadz Achmat Sugiyono.

FSDMJ pun menyatakan sikap yang dibacakan Ustadz Likal Zikri yang intinya sebagai berikut. Pertama, FSDMJ menolak undangan yang mengatasnamakan kegiatan halal bihalal di depan gedung MK.

Kedua, undangan halal bihalal yang kemudian diganti dengan Tahlul Akbar menjadi keprihatinan kita semua karena rawan ditunggangi. Ketiga, kami menilai kegiatan tersebut sebagai kamuflase politik.

Keempat, FSDMJ menolak segala bentuk tindakan anarkis. Dan Kelima, FSDMJ mendukung apapun putusan MK soal sengketa Pilpres 2019.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini