nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guyunan Ganjar Pranowo saat Bersama Napiter Bom Bali dan Jaringan Nordin M Top

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 28 Juni 2019 20:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 28 512 2072341 guyunan-ganjar-pranowo-saat-bersama-napiter-bom-bali-dan-jaringan-nordin-m-top-VNxuUc8NfE.jpg Ganjar Pranowo (Foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Bertemu dengan puluhan mantan narapidana terorisme (napiter) yang tergabung dalam Yayasan Gema Salam, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut para Napiter ini pun memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya.

Menurut Ganjar, mantan napiter ini sudah menjalani proses peradilan dan sudah dinyatakan bebas dan merekapun juga anak bangsa. Sudah pasti pemerintah memikirkan nasib para napiter.

"Mereka sudah menjalani peradilan, sudah (menyatakan) kembali ke pangkuan NKRI, ideologinya sudah jelas maka kita akan bantu toh mereka semua juga anak bangsa," jelas Ganjar, Jumat (28/6/2019).

Ditambahkan Ganjar, para napiter ini kebanyakan memilih untuk berwirausaha. Ada yang memiliki warung makan, ada yang membuka jasa laundry dan yang memiliki ketrampilan bongkar mesin membuka usaha bengkel.

"Dan tugas pemerintah untuk membantu baik melalui pendampingan dan pelatihan. Tentu kita bantulah untuk program pendampingan dan pelatihan termasuk nantinya akses kredit," lanjut Ganjar.

Baca Juga: Lirik Motor Kustom, Ganjar Pranowo Ikuti Jejak Jokowi

Ganjar

Salah satu contoh sukses dalam berusaha telah dibuktikan oleh Jack Harun yang membuka warung Soto di kawasan Manang, Sukoharjo. Bahkan warung Soto milik Jack Harun setiap hari Jumat di Minggu pertama selalu menggratiskan siapa saja yang makan di warung miliknya.

Kepada Ganjar, mantan napiter jaringan Noordin M Top (terlibat dalam bom Bali I) mengaku sudah tiga tahun berjualan soto ayam. Dari ayam merah yang sudah afkir (yakni ayam petelur yang sudah tidak produktif) diolah seperti ayam kampung. Dan setiap bulan di hari Jumat Minggu pertama selalu mengratiskan siapa saja yang makan di warung miliknya.

"Hayo siapa mau makan disana gratis, mumpung ini hari Jumat. Tapi sayang ya ini bukan Minggu pertama jadi ya mbayar," ucap Ganjar berkelakar.

Sementara itu Jack Harun ketua Yayasan Gema Salam sebut anggotanya merupakan mantan napiter yang sudah menghirup udara bebas. Yayasan ini dibentuk atas saran Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo yang bertujuan untuk mewadahi para mantan napiter.

Karena hal utama yang harus dihadapi napiter setelah bebas dari penjara adalah faktor ekonomi. Jalan satu-satunya untuk menopang kehidupan keluarga adalah dengan melakukan wirausaha. Terlebih lagi bagi mereka yang akan segera keluar dari tahanan, bisa sedikit lega karena bisa masuk dan bergabung ke yayasan ini.

"Untuk membantu rekan napiter yang sudah bebas dan kembali ke masyarakat agar bisa menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab menghidupi keluarganya," jelasnya.

Teroris

Jack Harun juga sampaikan jika faktor ekonomi tidak diperkuat, mereka bisa saja kembali masuk dalam jaringan terorisme. Ditambah stigma negatif dari masyarakat dan lingkungan sekitar yang sering memberlakukan mereka berbeda sebaiknya jangan dilakukan agar mereka tidak merasa dikucilkan dan akhirnya kembali memilih menjadi anggota jaringan terorisme.

Seperti diketahui Jack Harun merupakan napiter yang terlibat dalam kasus bom Bali I, dimana dirinya ditangkap karena terlibat menyembunyikan bahan peledak dalam kasus tersebut. Hingga di tahun 2004, diadili dan divonis hukuman penjara selama enam tahun. Karena berkelakuan baik selama menjalani masa tahanan, di tahun 2008 bebas karena banyak mendapatkan remisi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini