nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puluhan Ton Ikan di Sragen Mati Mendadak

krjogja.com, Jurnalis · Senin 01 Juli 2019 14:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 01 510 2073128 puluhan-ton-ikan-di-sragen-mati-mendadak-IZ4aFRcuN9.jpg Puluhan Ton Ikan Mati Mendadak (Foto: Said Masykuri/Okezone)

SRAGEN - Puluhan ton ikan di waduk kedung ombo (WKO) mati mendadak dan mengambang di perairan sejak beberapa hari terakhir. Kematian ikan secara mendadak itu terjadi di karamba milik petani di WKO utamanya di Desa Ngargosari dan Ngasinan, Kecamatan Sumberlawang, Sragen.

Kematian parah ikan diduga akibat siklus tahunan wabah 'up willing' atau naiknya racun sisa pakan itu membuat petani mengalami kerugian besar. Sejumlah petani karamba di beberapa lokasi menuturkan wabah 'up willing' ditandai dengan perubahan air berwarna keruh saat musim kemarau dengan panas yang luar biasa ditambah angin yang cukup tinggi.

Puluhan Ton Ikan Mati di Sragen (Said Masykuri.KRJogja)

Jenis ikan yang mati di antaranya Nila, Patin, Tombro, Mujair, Gurameh dan beberapa jenis lainnya. Wahyuni (50) salah satu petani karamba asal Dusun Boyolayar, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Senin (1/7/2019) mengatakan, serangan air keruh berwarna keputih-putihan terjadi sejak Kamis 27 Juni dinihari.

"Saya punya 40 karamba yang sebagian besar terkena air warna keruh itu. Terpaksa saya panen lebih awal untuk menghindari kematian dan kerugian yang lebih besar lagi," ujarnya.

Menurut Wahyuni, musibah kematian ikan di WKO hampir selalu terjadi setiap tahun. Biasanya wabah kematian mendadak itu meningkat mendekati bulan Agustus. "Kami para petani nggak bisa tidur, setiap saat kalau ada air warna putih harus segera memindahkan karamba. Kalau tidak pindah, ikan bisa mati semua," jelasnya.

Bendot (51) Warga Desa Ngasinan, Kecamatan Sumberlawang, Sragen menambahkan, kematian mendadak ikan ini membuat dirinya terus siaga. "Karamba di Ngasinan dan sekitarnya pada mati sejak tadi malam, kami terus siaga," tandasnya.

Sementara, puluhan ton bangkai ikan berbagai jenis itu dikubur di lokasi daratan tak jauh dari WKO. Salah satu pemilik karamba di Ngasinan, Ngargosari, Suryanto (45) mengatakan penguburan bangkai ikan terpaksa dilakukan karena ikan-ikan yang mati sudah tak lagi bisa dijual maupun dikonsumsi. Sehingga daripada menimbulkan bau busuk dan merembet ke karamba yang masih aman, para petani terpaksa mengubur tumpukan bangka ikan yang mati.

Menurutnya, bangkai ikan yang dikubur berjumlah sangat banyak mencapai puluhan ton. Di karamba miliknya saja, ribuan ikan juga mati mendadak sejak tiga hari terakhir. "Bangkai ikan ini nanti akan dibawa ke darat untuk dilakukan penguburan. Mau dijual juga nggak laku, dibiarkan malah membusuk dan bisa memicu penyakit," tambahnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini