nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

149 Fosil Binatang Purba Ditemukan di Tepi Bengawan Solo

Agregasi Solopos, Jurnalis · Senin 01 Juli 2019 12:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 01 512 2073095 149-fosil-binatang-purba-ditemukan-di-tepi-bengawan-solo-tL21v8EAjy.jpg Tulang Hewan Purba Sepanjang 20 Cm Ditemukan Tim Ekskavasi Dari BPSMP Sangiran Dukuh Butuh, Banaran, Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah, Senin (24/6/2019). (foto: Tri Rahayu/Solopos)

SRAGEN - Tim ekskavasi struktur tanah purba Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran menemukan 149 fragmen fosil binatang purba di tepi Bengawan Solo wilayah Sragen, Jawa Tengah.

Fosil binatang purba itu ditemukan saat tim melakukan ekskavasi di tepi Bengawan Solo wilayah Dukuh Butuh, Banaran, Sambungmacan, Sragen, selama sepekan terakhir. Fosil-fosil tersebut disimpan di rumah warga Sambungmacan untuk kepentingan penelitian.

Baca Juga: Bangunan Diduga Situs Kuno Kembali Ditemukan di Lokasi Proyek Tol Malang-Pandaan 

Anggota staf BPSMP Sangiran, Sragen, Ilham Abdullah, kepada Solopos, menjelaskan seratusan fragmen fosil tersebut berupa serpihan tulang dan gigi.

Dia memerinci dari 149 buah fosil itu teridentifikasi berupa tulang dari sejumlah binatang purba, yakni hewan berkuku genap atau artiodactyla, keluarga rusa (cervidae), keluarga kerbau atau hewan berkuku belah (bovidae), buaya pemakan ikan (gavialis), keluarga badak (rhinocerotidae), labi-labi atau penyu bercangkang lunak (trionychidae), buaya (crocodylus sp), ikan (pisces), dan hewan pengerat atau rodentia.

“Temuan itu menambah jumlah dan jenis temuan di Sambungmacan dan umumnya temuan di Jawa atau Indonesia. Temuan fosil-fosil tersebut kemudian dijadikan acuan jenis binatang yang ditemukan pada setiap lapisan tanah untuk dapat menentukan usia lapisan tanah purba. Temuan itu juga menjadi dasar persebaran temuan untuk menghitung luas area situs purba di wilayah Sambungmacan,” kata Ilham.

Dia melanjutkan temuan fosil itu bisa menjadi bahan penelitian yang lebih mendalam oleh peneliti-peneliti yang tertarik. Dia mengatakan, temuan itu disimpan di rumah warga setempat bernama Darsono.

Selama ini rumah Darsono menjadi semacam museum purba mini di wilayah Sambungmacan. Temuan-temuan fosil purba lainnya yang ditemukan sebelumnya juga disimpan di rumah Darsono.

Sebelumnya, Ilham bersama dua orang temannya melakukan survei lokasi dari perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga sampai wilayah Desa Cemeng, Kecamatan Sambungmacan. Ilham menjelaskan survei lapisan tanah purba dilakukan sejak 17-24 Juni 2019.

Dia mengatakan fosil-fosil itu ditemukan pada lapisan tanah aluvial, pasir silang siur, kolongmerat, dan lempung pasiran. Selama melaksanakan kegiatan tersebut, BPSMP Sangiran, Sragen, juga berkoordinasi dengan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen.

Baca Juga: Begini Gambaran Bangunan Bersejarah di Proyek Tol Malang-Pandaan 

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Sragen, Anjarwati Sri Sayekti, mengatakan Disdikbud melakukan pendampingan saat tim BPSMP Sangiran melakukan survei di Sangiran.

“Selain pendampingan, kami juga menyatukan visi dan misi untuk masa depan pengembangan situ Sambungmacan,” ujarnya saat dihubungi Solopos di sela-sela pentas budaya di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini