nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Taruhan Pilkades hingga Jutaan Rupiah, 11 Bandar Judi Diamankan

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 02 Juli 2019 18:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 02 519 2073625 taruhan-pilkades-hingga-jutaan-rupiah-11-bandar-judi-diamankan-u6cccaJ86u.jpg Foto: Okezone

KEPANJEN - Sebanyak 11 orang bandar judi dalam Pilihan Kepala Desa (Pilkades) dari tiga kecamatan di Kabupaten Malang diringkus Unit Reskrim Polres Malang. 11 bandar judi Pilkades atau yang dikenal dengan botoh ini diringkus dari 3 kecamatan berbeda, yakni Wagir, Sumberpucung, dan Tumpang.

Dari 11 orang tersebut, enam bandar judi diamankan dari Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, dua bandar judi dari Desa Malangsuko, Kecamatan Tumpang, dan tiga orang dari Desa Pandanrejo, Kecamatan Wagir.

11 orang tersebut yakni Jaimin (70) warga Dusun Ngrancah, RT 22 RW 7, Desa Senggreng, Sunardi (55) warga Jalan Stasiun RT 19 RW 03, Desa Ngebruk, Ahmat Wiyono alias Bagong (49) warga Jalan Dr. Soetomo No.62, RT 03 RW 01, Desa Senggreng, Arifin (54) warga Dusun Ngrancah, RT 20 RW 07, Desa Senggreng, Wariman Boy (51) warga Dusun Ngrancah, RT 14 RW 05, Desa Senggreng, Tiyono alias Glewo (37) warga Dusun Ngrancah, RT 22 RW 07, Desa Senggreng, seluruhnya diamankan lantaran jadi bandar judi di Pilkades Senggreng, Kecamatan Sumberpucung.

Sementara itu, Jumadi (39) warga Desa Pandanrejo, Sugianto (42) warga Desa Parangargo, dan Bani Talip (50) warga Desa Sumbersuko, diringkus usai jadi bandar judi Pilkades Desa Pandanrejo, Wagir. Sedangkan dua orang bandar judi yang diamankan dari Desa Malangsuko, Kecamatan Tumpang, yakni Sukari dan Kardi.

 Judi Pilkades

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, para pelaku yang diamankan sebelumnya sudah diingatkan tim Satuan Tugas (Satgas) Pilkades yang dibentuk Polres Malang.

"Sehari sebelumnya pada Jumat memang kita bentuk Tim Satgas Pilkades. Tugasnya mengawasi jalannya Pilkades yang biasanya ada tindakan judi atau istilahnya botoh. 11 orang ini sudah diperingatkan sebelumnya untuk tidak bermain," ungkap Yade Setiawan di Mapolres Malang, Selasa (2/7/2019).

Namun menurut Yade, imbauan dan peringatan kepolisian tak diindahkan. Akhirnya sehari sebelum pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Malang yang diselenggarakan pada 30 Juni 2019, seluruhnya diringkus pihak kepolisian.

"Kita amankan tanggal 29 Juni kita lakukan penangkapan 11 orang botoh ini dari 3 Kecamatan yakni Sumberpucung, Wagir, dan Tumpang dengan barang bukti uang senilai Rp89,9 juta dari pelaku," lanjutnya.

Dalam aksinya para pelaku ini mengajak seseorang untuk bertaruh pemenang Pilkades di suatu desa. Bila tebakan lawannya menang maka lawan tersebut akan mendapatkan sejumlah uang yang disepakati. Namun bila sang petaruh kalah, ia harus membayar sejumlah uang tersebut kepada sang bandar.

"Jadi mereka ini mencari seseorang untuk diajak bertaruh. Kalau orang itu bertaruh, calon kepala desanya menang, maka pelaku ini membayar sejumlah uang yang bersangkutan. Tapi bila kalah sebaliknya orang itu bayar ke mereka," tuturnya.

 Penangkapan

Pihaknya masih mendalami apakah bandar judi itu hanya bertaruh untuk Calon Kades tertentu atau juga mengatur hasil Pilkades sehingga jagonya menang.

Akibat perbuatannya, 11 orang bandar judi ini dijerat dengan Pasal 303 ayat 1 KUHP tentang perjudian dengan ancaman 10 tahun penjara.

Sebagai informasi Pilkades serentak di Kabupaten Malang diselenggarakan pada Minggu 30 Juni 2019 di 252 desa dengan 801 calon kepala desa dari 30 kecamatan di wilayah hukum Polres Malang.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini