Jokowi Tak Bubarkan TKN dan TKD, Beda dengan yang Kalah

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 02 Juli 2019 23:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 02 605 2073883 jokowi-tak-bubarkan-tkn-dan-tkd-beda-dengan-yang-kalah-tpLkuRSw6Q.jpg Wakil Ketua TKN Johnny G Plate (Foto: Okezone)

BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak membubarkan Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Tim Kampanye Daerah (TKD) usai ditetapkan sebagai presiden terpilih pada Minggu 30 Juni 2019 lalu. Suami Iriana itu merasa masih perlu bantuan dari timnya tersebut.

"Tidak ada pembicaraan soal bubar. Yang ada diminta untuk membantu. Beda dengan yang kalah lah (Prabowo-Sandi,red). Kalau kalah kan membubarkan timnya, kalau yang menang melanjutkan tugasnya," kata Wakil Ketua TKN, Johnny G Plate di Kompleks Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/7/2019) malam.

Baca Juga: Tugas TKN Selesai, Tak Akan Terlibat Merancang Kabinet Jokowi-Ma'ruf 

Jokowi mengundang para pimpinan TKN dan TKD yang ada di 34 provinsi. Dalam pertemuan itu, Johnny mengungkapkan mendapatkan ucapan terima kasih dari Jokowi lantaran telah berjuang dalam mengantarkan kemenangannya.

"Banyak juga cerita lucu-lucu saat kampanye, seperti presiden tercegat di jalan karena banyaknya massa di Papua Barat atau hujan lebat di Tegal," ujarnya.

 Jokowi-Maruf Amin

Menurut Jhonny, Jokowi juga meminta TKN dan TKD untuk membantu dalam memperlancar berbagai program pemerintahan ke depan.

"Intinya itu saja. Selebihnya kami makan malam, senang-senang dengan menu nasional. Ada sate, ada masakan Solo. Suasana kekeluargaan. Presiden bilang selama ini kerja siang dan malam, capek semuanya. Kita rileks sedikit dengan makan makanan nasional yang enak-enak," ungkapnya menirukan pernyataan Jokowi.

Baca Juga: Jokowi Terima Pendukungnya di Istana Bogor 

Ia memastikan tak ada pembahasan soal pembentukan kabinet yang baru antara TKN dan Jokowi. Selain itu, tim kampanye petahana itu pun menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi dalam menyusun kebinet kerja sekali pun akan melibatkan anak-anak muda yang akan menjadi menteri nantinya.

"Itu domain Presiden. Bagus sekali kalau banyak anak muda yang punya kapasitas masuk kabinet itu kan berita baik untuk Indonesia," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini