nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dikepung Polisi, Militan yang Buron Meledakkan Diri di Ibu Kota Tunisia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 03 Juli 2019 19:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 03 18 2074256 dikepung-polisi-militan-yang-buron-meledakkan-diri-di-ibu-kota-tunisia-tyP2lslSdz.jpg Foto: Reuters.

TUNIS – Seorang militan yang diburu meledakkan diri dengan menggunakan rompi peledak di Ibu Kota Tunisia, Tunis setelah dikepung oleh polisi pada Rabu. Untungnya, tidak ada korban jiwa, selain pelaku, dalam insiden tersebut.

Insiden ledakan bom ketiga dalam sepekan itu terjadi beberapa bulan menjelang pemilihan umum Tunisia dan di tengah musim liburan di mana Tunisia berharap dapat memecahkan rekor kunjungan wisatawan.

Saksi mata mengatakan kepada Reuters bahwa pria itu meledakkan dirinya di daerah Intilaka, Tunis, setelah dikepung polisi. Penduduk setempat mendengar suara ledakan keras.

Seorang juru bicara kementerian dalam negeri mengatakan polisi menembaki pria itu, yang oleh pihak berwenang digambarkan sebagai seorang militan yang dicari bernama Aymen Smiri, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Seorang juru bicara kementerian dalam negeri mengatakan polisi menembak pria, yang oleh pihak berwenang diidentifikasi sebagai seorang militan yang diburu bernama Aymen Smiri. Namun, dia tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

"Menyusul pengejaran yang panjang, pasukan khusus mengepung teroris," kata kementerian dalam negeri dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Rabu (3/7/2019). "Ketika pasukan mulai menembak, dia meledakkan dirinya dengan sabuk peledak yang dikenakannya."

Kementerian menambahkan bahwa tidak ada korban lain selain pelaku dalam insiden itu.

Dua pengebom bunuh diri meledakkan diri mereka dalam serangan terpisah yang menargetkan polisi di Tunis pada Kamis, menewaskan seorang petugas polisi dan melukai beberapa orang lainnya. Kelompok militan Negara Islam (IS) mengklaim bertanggung jawab atas kedua serangan itu.

Tunisia telah berperang menghadapi kelompok-kelompok militan yang beroperasi di daerah-daerah terpencil di dekat perbatasannya dengan Aljazair sejak pemberontakan menggulingkan pemimpin otokratis Zine Abidine Ben Ali pada 2011. Tingkat pengangguran yang tinggi juga memicu kerusuhan dalam beberapa tahun terakhir.

Keamanan semakin diperketat sejak pemerintah memberlakukan keadaan darurat pada November 2015 setelah serangan-serangan teroris, satu serangan di sebuah museum di Tunis dan satu lagi di sebuah pantai di Kota Sousse di tepi laut Mediterania. Serangan ketiga menargetkan pengawal presiden di ibu kota. IS mengklaim bertanggungjawab atas serangan-serangan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini