"Menyusul pengejaran yang panjang, pasukan khusus mengepung teroris," kata kementerian dalam negeri dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Rabu (3/7/2019). "Ketika pasukan mulai menembak, dia meledakkan dirinya dengan sabuk peledak yang dikenakannya."
Kementerian menambahkan bahwa tidak ada korban lain selain pelaku dalam insiden itu.
Dua pengebom bunuh diri meledakkan diri mereka dalam serangan terpisah yang menargetkan polisi di Tunis pada Kamis, menewaskan seorang petugas polisi dan melukai beberapa orang lainnya. Kelompok militan Negara Islam (IS) mengklaim bertanggung jawab atas kedua serangan itu.
Tunisia telah berperang menghadapi kelompok-kelompok militan yang beroperasi di daerah-daerah terpencil di dekat perbatasannya dengan Aljazair sejak pemberontakan menggulingkan pemimpin otokratis Zine Abidine Ben Ali pada 2011. Tingkat pengangguran yang tinggi juga memicu kerusuhan dalam beberapa tahun terakhir.
Keamanan semakin diperketat sejak pemerintah memberlakukan keadaan darurat pada November 2015 setelah serangan-serangan teroris, satu serangan di sebuah museum di Tunis dan satu lagi di sebuah pantai di Kota Sousse di tepi laut Mediterania. Serangan ketiga menargetkan pengawal presiden di ibu kota. IS mengklaim bertanggungjawab atas serangan-serangan tersebut.
(Rahman Asmardika)