Ini Alasan Jokowi Gaet Kaum Milenial Jadi Menteri di Kabinet Kerja Jilid II

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 03 Juli 2019 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 03 605 2074053 ini-alasan-jokowi-gaet-kaum-milenial-jadi-menteri-di-kabinet-kerja-jilid-ii-hyE60CDCXh.jpg Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago (foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting (VCRC) Pangi Syarwi Chaniago mendukung langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan mengajak milenial untuk masuk ke Kabinet Kerja Jilid II. Dia menilai, Jokowi telah memberikan sinyal bakal membuat kejutan dalam menyusun kabinetnya tersebut.

"Ada dua kejutan. Pertama soal nomenklatur kementerian baru. Kedua, menteri muda dan melenial sesuai dengan tantangan beratnya beban Jokowi 5 tahun ke depan," kata Pangi saat berbincang dengan Okezone, Rabu (3/7/2019).

Baca Juga: Moeldoko Sebut Presiden Jokowi Belum Susun Kabinet Kerja Jilid II 

Menurut dia, alasan Jokowi bakal menunjuk menteri dari kalangan milenial karena tantangan pemerintah ke depan harus mampu membaca dengan cepat perubahan dan kebutuhan dunia yang terus bergerak dinamis.

Pangi Syarwi Chaniago. (Hambali)	 

Selain itu, periode kedua Jokowi harus diakui agak lebih berat dibandingkan periode pertama. Sebab itu, Jokowi juga harus pandai dan mahir mencari pembantu presiden yang punya kapasitas, siap kerja keras, dan mampu mengimbangi kerja presiden.

"Tahu dan paham dengan cepat keinginan dan maunya presiden dalam rangka memenuhi janji politik dan menyelaraskan dengan visi misi presiden," paparnya.

Ia pun meyakini bahwa Jokowi juga pandai membaca situasi dan perubahan yang begitu cepat dengan membutuhkan sentuhan kepemimpinan yang mengerti dan bergerak cepat menjawab kebutuhan.

"Wajar kemudian ada keinginan pak Jokowi untuk membentuk kementerian baru, karena itu tadi ada tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Pak Jokowi punya sense of politics yang baik, bisa menyesuaikan dengan cepat sesuai dengan tantangan yang jauh lebih berat. Punya insting politik yang bagus," urainya.

Baca Juga: Kabinet Baru Jokowi Diprediksi Bakal Gemuk, 6 Menteri Lama Dipertahankan 

Pangi menambahkan, Jokowi harus mampu mengakomodir kepentingan kelompok politik yang pernah berseberangan dengan pemerintah. Dengan begitu, semua elemen bangsa bisa membangun Indonesia secara bersama dengan meminta masukan dan menjalankan program yang dianggap baik dan bagus sekalipun deri lawan politiknya sendiri.

"Agar apa? Stabilitas politik tercapai dan kondisi politik lebih kondusif. Jokowi harus mampu memberi penyegaran pada kabinetnya dan piawai serta mahir membaca perkembangan dunia, kebutuhan dan peran yang harus dimainkan oleh anak muda mengisi jabatan pos strategis itu," ucapnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini