Tokoh Muda Muhammadiyah Sayangkan Sikap Din Syamsuddin Terkait Putusan MK

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 03 Juli 2019 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 03 605 2074076 tokoh-muda-muhammadiyah-sayangkan-sikap-din-syamsuddin-terkait-putusan-mk-05axeQ9Eh1.jpg Din Syamsuddin (foto: Okezone)

JAKARTA - Pernyataan Din Syamsuddin dalam menyikapi sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) belakangan ini cukup menyita perhatian publik.

Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengungkapkan ada pengabaian nilai moral, dan menduga Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar, seperti membenarkan kecurangan, dan mengajak rakyat untuk memenuhi hak dan kewajibannya dalam memberikan koreksi moral.

Baca Juga: Sah! MK Tolak Seluruh Gugatan Prabowo-Sandi 

9 Hakim MK Sepakat Bacakan Putusan Sengketa Pilpres 2019 Hari Ini

Tokoh Muda Muhammadiyah yang juga Ketua Umum Rumah Indonesia Berkemajuan (RIB), Khoirul Muttaqin – menyayangkan penyataan yang dikeluarkan oleh Din Syamsuddin dalam menyikapi putusan perselisihan hasil pemilihan umum oleh Mahkamah Konstitusi tersebut.

“Sangat disayangkan jika Pak Din menyatakan ada ketidakjujuran dan ketidakadilan dalam proses pengadilan di MK. Ini jadi kesannya ingin mendelegitimasi putusan MK akhirnya," ucap Khaoirul, Rabu (3/7/2019).

“Seorang tokoh nasional sekaliber Din Syamsuddin seharusnya membuat pernyataan yang menenangkan dan mencerahkan, bukan malah membuat pernyataan yang provokatif mendelegitimasi peran MK. Ini justru dapat merusak kredibilitas beliau yang selama ini dikenal sebagai penganjur perdamaian dan persaudaraan sejati," sambung dia.

Pria yang akrab disapa Cak Irul itu mengatakan, pernyataan Din Syamsuddin terhadap putusan MK terkait PHPU kali ini sangat kontradiksi dengan pernyataannya pada tahun 2014 silam yang mengajak seluruh rakyat Indonesia menerima, mengindahkan dan menghormati apapun keputusan MK.

"Saat ini, yang harus ditunjukkan, yakni sikap taat asas berkonstitusi sebagai orientasi dalam hidup berbangsa dan bernegara. Din Syamsuddin mengatakan bahwa MK adalah perisai sekaligus pengawal konstitusi. Keputusan MK bersifat final dan mengikat. Untuk itu semua pihak hendaknya menyikapi dengan legawa," urai dia.

Dia menjelaskan, jejak digital di beberapa media mainstream tentang ucapan Din Syamsuddin pada 2014 silam masih ada dan bisa dibaca. Mantan Ketua DPP IMM tersebut menanyakan, mengapa hari ini malah bikin pernyataannya berbalik dan mempertanyakan prinsip keadilan dan kejujuran MK? Apalagi sampai dengan mengungkapkan ada cacat moral dan masalah kepemimpinan negara.

"Pernyataan ini sangat bertolak belakang dengan moral kenegarawanan beliau 5 tahun silam,” ucapnya.

Baca Juga: Pasca-Putusan MK, Prabowo-Sandi Diminta Tunjukkan Sikap Kenegarawanan 

Khoirul kemudian mengajak bersama mengembangkan narasi besar dalam membangun bangsa. Saling bahu membahu memajukan Indonesia, tentu mengurangi ungkapan yang bernada provokatif, pesimis dan skeptis terhadap negara. Apalagi itu diungkapkan dari seorang tokoh bangsa.

“Saya percaya bahwa Pak Din adalah seorang ulama dan negarawan yang cinta Indonesia, mari kita bersama memikirkan kemaslahatan bersama untuk Indonesia,” tutur dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini