nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mental dan Adaptasi, Tantangan Peserta OSN 2019 di Manado

Subhan Sabu, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 10:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 04 1 2074459 mental-dan-adaptasi-tantangan-peserta-osn-2019-di-manado-JOm1XPt4ru.jpg Foto: Okezone

MANADO - Selama mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2019 tingkat SMA di Manado, Nicholas Martin salah satu peserta OSN bidang astronomi asal DKI Jakarta mengaku mendapat banyak pengalaman berharga. Selain banyak mendapat teman dari daerah lain, tantangan terbesar yang dihadapi oleh Nicholas adalah mental.

"Kalau dari segi materi kita sih sudah sering latihan, tapi yang paling susah itu mental, karena itu tidak bisa dilatih bagaimanapun kan, jadi kita mesti siapkan sendiri," kata Nicholas, Kamis (4/7/2019).

ist

Namun hal itu menurutnya perlu, karena dari situ dia banyak belajar bagaimana cara pertahankan mental, dan menjaga kesehatan, selain itu juga, Nicholas mengaku kurang sreg dengan makanan di Manado.

"Saya kurang cocok sih dengan makanan di sini," ujar siswa asal SMA Kristen 6 Penabur, Jakarta Utara itu sambil tertawa.

Berbeda dengan Nicholas, Farah peserta asal Banten justru mengaku suka akan makanan Manado yang menurutnya enak dan pedas. "Makanannya enak kok, saya suka pedas dan selama di sini makanannya pedas-pedas," ujar Farah.

Tantangan yang dihadapi Farah selama di Manado menurutnya adalah bagaimana menyesuaikan diri, karena ini merupakan pertama kalinya dia datang ke Manado, jauh dari rumah sampai menyebrang pulau yang jauh, namun meski demikian, Farah mengaku suka dengan Manado.

"Enak Manado, enak banget, pemandangannya bagus, cuacanya juga sejuk, saya sangat suka dengan Manado walaupun baru pertama kali, kayaknya saya pingin datang lagi," ujarnya.

Koordinator pengawas Sekolah Provinsi Sulawesi Utara Hermanus Bawuoh mengaku telah melalui berbagai persiapan mulai dari rapat-rapat panitia, penyambutan sampai dengan berlangsungnya OSN semuanya berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang direncanakan.

"Saya keliling semua lokasi UKS (Unit Kesehatan Sekolah) kosong, berarti tidak ada yang jatuh sakit, berarti anak-anak yang ikut sekarang ini sudah bisa menyesuaikan diri," ujar Hermanus yang juga wakil ketua panitia itu.

Hermanus berharap event seperti ini bisa meningkatkan prestasi anak-anak karena kita menyiapkan anak-anak pemimpin republik ini minimal di 2045 dan mereka merupakan anak-anak yang cerdas dan tangguh.

"Saya melihat kemarin di ekonomi bagaimana diberikan waktu tiga jam untuk membuat makalah sebanyak 20 halaman dan satu jam presentasi itu luar biasa, S1 pun belum tentu bisa seperti itu, semua bisa mengerjakan, luar biasa anak-anak kita sekarang, beda dengan anak-anak generasi kami dulu," kata Hermanus.

Kesulitan selama berlangsung OSN menurut Hermanus hampir tidak ada. Kerjasama antara panitia pusat dan daerah sangat baik. "Hal-hal seperti inilah yang perlu bersinergi terus sampai dengan pelaksanaan OSN tahun depan, mudah-mudahan Sulawesi Utara bisa dapat medali," pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini