CHICAGO – Perusahaan manufaktur pesawat terbang Boeing Co. pada Rabu mengatakan akan memberikan lebih dari USD100 juta (sekira Rp1,4 triliun) kepada pemerintah lokal dan organisasi non-profit untuk membantu keluarga dan komunitas yang terkena dampak insiden jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX di Indonesia dan Ethiopia.
Langkah itu tampaknya merupakan upaya menuju perbaikan citra Boeing sebagai pembuat pesawat terbesar di dunia, yang sangat terpengaruh oleh jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines pada Maret, hanya lima bulan setelah kecelakaan yang sama dari penerbangan Lion Air di Indonesia. Dua kecelakaan itu secara total menewaskan 346 korban jiwa.
BACA JUGA: Keluarga Korban Lion Air Gugat Boeing
Menyusul insiden tersebut, Boeing menjadi sasaran investigasi kriminal Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) terkait pengembangan 737 MAX, penyelidikan resmi, dan lebih dari 100 tuntutan hukum dari keluarga korban.
Berdasarkan keterangan dari Boeing yang dilansir Reuters, Kamis (4/7/2019), dana sebesar USD100 juta, yang lebih kecil dari harga satu unit Boeing 737 MAX 8, itu dimaksudkan untuk membantu pendidikan dan biaya hidup, serta untuk memacu perkembangan ekonomi di masyarakat yang terkena dampak. Tidak disebutkan otoritas atau organisasi mana yang akan menerima uang tersebut.