nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peserta OSN 2019 Tingkat SMA Belajar Sejarah Minahasa di Benteng Moraya

Subhan Sabu, Jurnalis · Jum'at 05 Juli 2019 11:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 05 1 2074959 peserta-osn-2019-tingkat-sma-belajar-sejarah-minahasa-di-benteng-moraya-5NAnRXLvU6.jpg Foto: Okezone

MANADO - Selain mengunjungi tempat wisata Bukit Doa Mahawu dan Danau Linow, semua peserta dan pendamping Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2019 tingkat SMA juga belajar sejarah Minahasa dengan mengunjungi Benteng Moraya di Tondano, Kabupaten Minahasa

Benteng moraya merupakan salah satu tempat wisata bernilai sejarah tinggi di Tondano. Tempat wisata ini belum lama dibangun oleh pemerintah kabupaten Minahasa setelah penemuan beragam kayu pondasi rumah orang Minahasa jaman dulu, serta waruga-waruga di tempat ini.

Di tempat ini para siswa belajar sejarah seputar suku Minahasa di zaman dulu. Terdapat relief sejarah orang Minahasa di sekeliling dinding luar monumen ini yang menceritakan bagaimana awalnya suku Minahasa terbentuk.

Perang Tondano sendiri merupakan kisah bersejarah lainnya yang menjadi sentral dari monumen ini yang menceritakan bahwa daerah tempat berdirinya monumen benteng Moraya ini, di masa lalu pernah terjadi perang akbar antara orang Minahasa melawan tentara kolonial Belanda. Perang yang terjadi di tahun 1800-an ini merupakan salah satu perang besar-besaran di masa tersebut.

Amelia Tanwijaya salah seorang peserta OSN bidang komputer asal Medan mengatakan sangat senang mengikuti wisata sejarah di benteng moraya apalagi melihat masyarakat yang berbaur satu sama lain di tempat wisata tersebut.

"Nampak kebersamaannya, berbaur gitu, kalau di kotaku kan kurang berbaur, kalau di sini lebih nampak berbaur, jadi lebih enak," ujar Amelia.

Tim fasilitator DKI yang mendampingi peserta OSN dari DKI Jakarta juga mengakui bahwa wisata ini sangat membantu anak-anak untuk refresh lagi dan anak-anak cukup senang mengikutinya. "Mereka intinya senang di sini, makanya mereka betah berlama-lama di sini, kami juga senang," ujar Erni

Meski mereka menganggap kurang meriah karena sambutan masyarakat ataupun jarang terlihat spanduk di mana-mana yang menandakan ada kegiatan berskala nasional di Manado, namun mereka tetap memuji kesiapan Manado menyelenggarakan OSN. "Berkesanlah, sepertinya Manado welcomelah dengan kegiatan kayak gini, intinya Manado luar biasa," sambung Utari.

Sebagai pemegang juara umum OSN 2018, mereka juga berharap bisa meraihnya pada pelaksaan OSN tahun ini. "Bisa juara lagi, bawa pulang kembali piala, kami sudah berusaha keras, anak-anak juga sudah berusaha, kita apresiasi itu," pungkas Utari.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini