nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Info Potensi Gempa Magnitudo 8,5 Resahkan Warga Lombok

Antara, Jurnalis · Jum'at 05 Juli 2019 16:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 05 340 2075093 info-potensi-gempa-magnitudo-8-5-resahkan-warga-lombok-m0CiG5LY0q.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

MATARAM - Pemberitaan potensi gempa berkekuatan magnitudo 8,5 yang akan terjadi di selatan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, meresahkan warga.

"Trauma kita terhadap gempa tahun lalu saja belum hilang. Sekarang ada berita lagi bahwa ada potensi gempa yang lebih besar disertai tsunami," kata Ropiah (55) warga Kota Mataram di Mataram seperti dikutip Antaranews, Jumat (5/7/2019).

Ropiah sangat menyayangkan adanya informasi akan terjadinya gempa dan tsunami di Pulau Lombok, apalagi dalam kondisi saat ini di mana masyarakat yang terdampak baru saja merasakan ketenangan mencoba lepas dari trauma.

"Kita sudah tenang-tenang dan mulai memperbaiki rumah yang rusak akibat gempa, kini sudah ada informasi potensi gempa lagi. Ini tentunya sangat meresahkan apalagi untuk kita yang masyarakat awam," katanya.

Baca Juga: Sorong Papua Diguncang Gempa Magnitudo 3,2 

Ilustrasi

Ropiah mengatakan, saat gempa Agustus 2018, hampir tiga bulan tidur di pengungsian karena takut terjadi gempa susulan. Belum lagi kondisi rumahnya yang mengalami retak sehingga dirinya tidak berani tidur di dalam rumah.

"Sampai saat ini, saya masih belum berani tidur di kamar. Setiap malam tidur di ruang tamu supaya mudah keluar rumah saat terjadi gempa atau bencana lainnya," ujarnya.

Hal senada juga dilontarkan Ismi salah satu warga Sekarbela, Mataram, yang juga mengaku resah dengan pemberitaan potensi gempa itu.

Ismi bahkan sempat meminta suaminya menjual aset yang ada di Mataram, dan pindah ke kabupaten/kota lain yang dianggap lebih aman dan nyaman. "Pemberitaan tentang potensi gempa dengan kekuatan 8,5 Magnitudo, buat kita resah dan pastinya mengganggu konsentrasi kita beraktivitas," katanya.

Ia berharap pemerintah bisa lebih bijak lagi menyampaikan informasi tentang potensi bencana pada satu daerah agar masyarakat tidak resah dan panik.

Sebelumnya, Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah meminta masyarakat tidak panik menyikapi pemberitaan potensi gempa berkekuatan 8,5 magnitudo yang akan terjadi di selatan Pulau Lombok.

"Jangan panik dan takut. Di Jepang, informasi itu satu hal yang biasa, apalagi kita sedang masuk dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi setelah gempa 2018," ujarnya.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Tambrauw Papua Barat, Tak Berpotensi Tsunami

Informasi potensi terjadinya gempa magnitudo 8,5 diungkap Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mataram, Agus Riyanto, kalau Lombok Selatan menyimpan potensi gempa megathrust berkekuatan magnitudo 8,5 dan tsunami. Namun, tak ada yang bisa memprediksi kapan terjadinya gempa tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini