nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dahnil Anzar Minta Petunjuk Prabowo untuk Maju di Pilkada Kota Medan 2020

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Jum'at 05 Juli 2019 11:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 05 608 2074937 dahnil-anzar-minta-petunjuk-prabowo-untuk-maju-di-pilkada-kota-medan-2020-JZMRKktOZ2.jpg Dahnil Anzar Simanjuntak (Okezone)

MEDAN – Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak bakal meramaikan bursa Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Medan, Sumatera Utara periode 2020-2025.

Meski Dahnil mengaku banyak dukungan yang datang untuk meminta dirinya maju sebagai Calon Wali Kota Medan, namun dia belum bisa mutuskan maju atau tidak di Pilkada Kota Medan, tahun depan.

"Saya akan lalui 3 tahap pertimbangan yakni Istiqoroh, meminta pendapat dan pertimbangan bapak saya dan meminta pendapat dan pertimbangan senior saya, bapak Prabowo Subianto dan bang Sandi. Yang jelas saya Istiqoroh minta petunjuk apakah akan perlu bertarung di sini (Kota Medan) atau tidak," kata Dahnil kepada wartawan di Medan, Kamis (4/7/2019) malam.

Dahnil sendiri mengaku kaget, namanya masuk radar DPD Partai Gerindra Sumut untuk bakal calon (balon) di Pilkada Medan 2020.

 Prabowo

Prabowo Subianto bersama pengawalnya (Feri/Okezone)

Dukungan juga berdatangan dari relawan Prabowo-Sandi di Medan meminta dirinya untuk bertarung merebutkan kursi orang nomor 1 di Pemerintah Kota (Pemko) Medan itu.

"Saya sampaikan ke teman-teman waktu itu. Saya masih fokus mendampingi Pak Prabowo dan bang Sandi. Suatu kehormatan kalau ada parpol yang meminta saya terlibat perhelatan politik 2020 di Medan," ungkap mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.

Bahkan, adanya pemberitaan di Media massa bahwa namanya masuk bursa balon Wali Kota Medan, dia sempat 'dibully' oleh Prabowo, yang menyebut diri sebagai wali kota.

"Bahkan pak Prabowo mulai membully dalam tanda kutip. 'Lu Wali Kota nil. Banyak duit gak? Itu pertanyaan sulit. Bapak-bapak kan tahu sendiri. Saya ke sini aja pakai begini (pakaian kaus). Di kede kopi jelek. Kali ditanya banyak duit jawabnya susah. Nanti saya minta ke bang Nando saja kalau saya maju. Yang jelas terkait wacana itu saya terima kasih sekali," kisah Dahnil.

Dia mengaku tidak mudah untuk memimpin kota terbesar nomor 3 di Indonesia itu. Karena, Medan merupakan ikon Sumatera Utara dan memiliki barometer secara nasional. Untuk itu, diperlukan sosok calon berkompeten.

"Orang yang mimpin Medan, dan berhasil serta berkemungkinan jadi Presiden. Kalau Pak Eldin ini, sukses memimpin Medan, saya yakin beliau pantas dicalonkan menjadi Presiden. Saya belum tahu dan belum dengar kerja Pak Eldin seperti apa," tutur Dahnil.

Dahnil juga belum bisa menilai kemimpinan Eldin hampir 5 tahun belakangan. Karena tidak mengetahui hal tersebut. "Jadi saya lihat kondisinya, kalau Bang Eldin sudah cukup baik atau yang lainnya, saya tidak akan maju dalam Pilkada Medan nanti," pungkas pria berkacamata itu.

1
2

Berita Terkait

Pilkada Medan

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini