nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejadian Langka, Putra Mantan Menteri Korea Selatan Membelot ke Korea Utara

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 14:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 08 18 2076073 kejadian-langka-putra-mantan-menteri-korea-selatan-membelot-ke-korea-utara-rCffV5yz0F.jpg Foto: Reuters.

SEOUL - Putra seorang mantan menteri Korea Selatan yang melarikan diri ke Amerika Serikat (AS) sebelum membelot ke Korea Utara, telah mengikuti jejak almarhum orangtuanya. Dalam sebuah langkah yang langka, pembelot Korea Selatan itu mengatakan bahwa dia akan mengabdikan hidupnya demi reunifikasi kedua Korea.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengonfirmasi pada Minggu bahwa Choe In-guk, putra mantan menteri luar negeri Korea Selatan Choe Tok-sin dan Ryu Mi-yong, mendarat di Pyongyang pada Sabtu. Kementerian mengatakan bahwa keadaan di sekitar kunjungannya adalah subyek dari sebuah investigasi.

Berdasarkan laporan kantor berita Korea Selatan, kementerian mengatakan bahwa Choe tidak meminta persetujuan untuk perjalanannya. Di bawah peraturan saat ini, warga Korea Selatan harus mendapatkan izin dari Seoul dan Pyongyang sebelum melintasi perbatasan ke Utara. Choe diyakini telah melakukan perjalanan melalui negara ketiga untuk menghindari larangan tersebut.

Foto-foto sambutan Choe di Bandara Pyongyang diterbitkan oleh situs web berita Korea Utara yang dikontrol negara, Uriminzokkiri.

Dalam foto-foto tersebut, Choe tampak tersenyum ketika ia disambut dengan karangan bunga yang disajikan oleh pejabat Korea Utara, yang tampak sangat gembira saat kedatangannya. Dalam sebuah pernyataan yang dia berikan sesaat setelah menginjakkan kaki di tanah Korea Utara, Choe yang berusia 73 tahun menyesal tidak menetap di Pyongyang sebelumnya, dan memuji mantan pemimpin negara itu Kim Il-sung, Kim Jong-il dan pemimpin saat ini, Kim Jong-un, dan "cinta dan perhatian besar" mereka untuk keluarganya.

Ayah Choe In-guk, Choe Tok-sin, berselisih dengan Presiden Korea Selatan, Park Chung-hee pada 1970-an dan berusaha beremigrasi ke AS pada 1976. Kariernya membuat tikungan tajam pada 1980-an ketika dia, bersama dengan istrinya, Ryu Mi-yong, pindah ke Korea Utara setelah beberapa pertemuan dengan Kim Il-sung.

Keduanya menjadi anggota elit politik di rumah baru mereka. Choe Tok-sin menjabat sebagai wakil kepala Komite Pyongyang untuk Reunifikasi Damai Tanah Air, sementara istrinya adalah ketua partai kecil Korea Utara dan dianugerahi beberapa penghargaan pemerintah yang bergengsi.

“Untuk tinggal dan mengikuti negara di mana saya merasa bersyukur adalah jalan untuk melindungi kehendak yang ditinggalkan oleh orangtua saya. Jadi saya memutuskan untuk secara permanen tinggal di Korea Utara, meskipun terlambat," kata Choe, bersumpah untuk melanjutkan pekerjaan orang tuanya, sebagaimana dilansir RT, Senin (8/7/2019).

Choe telah berulang kali mengunjungi Korea Utara dengan alasan kemanusiaan sebelumnya, dengan seizin Seoul. Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengungkapkan bahwa Choe telah melakukan perjalanan 12 kali sejak 2001, termasuk untuk pemakaman ibunya pada 2016 dan layanan peringatan kematiannya dalam dua tahun berikutnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini