Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Golkar Lebih Baik Fokus ke Sidang Sengketa Pileg di MK daripada Gelar Musdalub

Fadel Prayoga , Jurnalis-Selasa, 09 Juli 2019 |20:31 WIB
Golkar Lebih Baik Fokus ke Sidang Sengketa Pileg di MK daripada Gelar Musdalub
Partai Golkar (foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi DKI Jakarta, Ashraf Ali menilai tidak ada urgensinya untuk diselenggarakannya Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar DKI Jakarta.

Ia menilai, lebih baik Partai Golkar fokus menata diri sambil menunggu hasil sidang sengketa pemilu. Diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang pendahuluan terhadap 260 sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). Hasil sengketa tersebut dijadwalkan 6-9 Agustus 2019.

Baca Juga: Munas Golkar Disarankan Dipercepat Sebelum Pelantikan Presiden 

“Tingkat urgensinya dimana lakukan Musdalub? Menurut saya sekarang ini saatnya melakukan penataan di masa tenang menunggu keputusan sidang MK terkait hasil pileg,” kata Ashraf di Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Partai Golkar	 

Ashraf menilai memang Musda (Musyawarah Daerah) adalah sebagai bagian proses dinamika politik, namun harus dengan cara dan dengan aturan yang berlaku.

“Bersuara silahkan, jangan memekakkan teliga, orang kan ada waktunya juga. Istilahnya kalau belum Magrib jangan pukul bedug dan jangan adzan dulu kan ada waktunya nanti, sekarang belum waktunya,” tegasnya.

Terkait adanya aksi unjuk rasa kader Partai Golkar yang menuntut penyelenggaraan Musdalub Partai Golkar DKI Jakarta terkait hasil Pileg 2019. Ashraf berpendapat, raihan kursi yang sudah didapat Partai Golkar di Pileg 2019 harus disyukuri, karena memang saat ini bukan hanya Partai Golkar yang mengalami, namun Partai Golkar masih beruntung, dan penurunan kursi DPRD Partai Golkar DKI Jakarta harus dilihat secara menyeluruh, tidak parsial.

Baca Juga: Sekelompok Kader Muda Golkar Dorong Musdalub DKI 

“Saya kira harusnya kita semua bersyukur, dibanding partai lain, capaian Golkar masih bagus. Dan kalau ada aspirasi dari kader itu sah -sah saja. Tapi bukan bukan berarti baku hantan di dalam, berpartai kan ada fatsunnya, ngapain juga pakai demo-demo segala. Saya rasa Plt Ketua DKI kalau diajak bicara ok-ok saja kok,” jelasnya.

Ashraf bahkan memuji kepemimpinan Plt Rizal Mallarangeng yang secara totalitas bekerja dan mengeluarkan seluruh potensi yang ia miliki ditengah turbulensi politik yang menerpa Partai Golkar. Sementara ada partai lain yang saat mengalami turbulensi politik justru sulit bangkit.

“Pak Rizal sudah berusaha maksimal dengan potensi yang ada beliau lakukan untuk Golkar DKI, di tengah turbulensi politik yang ada. Namun masalah keberhasilan kan kerja kolektif, tak elok disalahkan ke satu orang,” ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement