nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekskavator Terguling dari Ketinggian 4 Meter di TPST Bantargebang

Wijayakusuma, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 21:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 10 338 2077310 ekskavator-terguling-dari-ketinggian-4-meter-di-tpst-bantargebang-Np9RRpDhU9.jpg Eskavator terguling dari ketinggian 4 meter di TPST Bantargebang Bekasi (Foto: Wijaya/Okezone)

BEKASI - Sebuah ekskavator terguling saat beroperasi di ketinggian 4 meter, di zona 2 TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pihak TPST menyebutkan, ada kemungkinan ekskavator terlalu beropersi di pinggir sehingga hilang keseimbangan dan terguling.

"Iya benar, infonya hanya tergelincir saja karena mungkin ambil jalan terlalu pinggir," kata Kepala UPST TPST Bantargebang, Rezky Febriyanto saat dihubungi Okezone, Rabu (10/7/2019).

Menurutnya, tergulingnya ekskavator, murni disebabkan human error dan tidak ada faktor kerusakan mesin.

"Ekskavator kami masih muda semua usianya dan keadaannya masih baik untuk operasional. Pengadaan pertama akhir tahun 2016, jadi baru sekitar 3 tahun usianya," akunya.

Sedikitnya dua alat berat diturunkan di lokasi untuk mengevakuasi ekskavator. Sementara operator yang mengoperasikan armada tersebut dikabarkan hanya mengalami cidera ringan.

"Ada lecet-lecet saja," ujar Rezky.

Ilustrasi

Menanggapi insiden tersebut, Ketua Umum Koalisi Kawal Lingkungan Indonesia (Kawali), Puput TD Putra menyampaikan kecelakaan ekskavator yang terguling lebih sering disebabkan oleh faktor human error.

"Informasi yang saya dapat, ekskavator terguling saat melewati zona 2 setelah mengerjakan di zona 3, jadi bukan pada saat kerja. Faktor tergelincir bisa jadi dikarenakan human error, mengantuk atau karena gelap saat mengendarai ekskavator terus jatuh ke dekat sungai," katanya.

Puput menegaskan, kecelakaan yang kerap terjadi di lokasi kerja perlu diantisipasi dengan peningkatan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012. Dalam hal ini, Pemprov DKI selaku pemilik dan pengelola TPST harus berlaku profesional dalam meningkatkan manajemen K3 dan melakukan evaluasi internal terhadap pihak yang membidangi masalah ini.

"Apapun kejadiannya, kita perlu memperhatikan K3. Artinya bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek, perlu meningkatkan kinerjanya dengan harapan tidak akan terjadi hal-hal yang nantinya merugikan si pekerja. Ini yang harus diperhatikan pengelola ke depannya, agar kejadian-kejadian tidak akan terulang lagi," tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini