nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahar bin Smith Divonis 3 Tahun Bui, Pengacara: Singa Akan Tetap Menjadi Singa!

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 12:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 10 525 2076991 bahar-bin-smith-divonis-3-tahun-bui-pengacara-singa-akan-tetap-menjadi-singa-RcLL7nuZj3.jpg Habib Muhammad Bahar bin Smith (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA - Pendakwah asal Manado, Sulawesi Utara, Habib Muhammad Bahar bin Smith mengaku tidak akan kapok menyuarakan kebenaran, meski pada akhirnya dia harus mendekam di penjara selama 3 tahun lantaran tersangkut kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

Hal itu disampaikan salah satu kuasa hukum Bahar, Azis Yanuar saat ditanya respons kliennya terhadap vonis hakim Pengadilan Negeri Kota Bandung yang dibacakan pada Selasa, 9 Juli 2019 kemarin. Menurut Azis, hukuman penjara tidak akan membuat nyali pimpinan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Kemang, Bogor itu menciut.

"Sikap beliau jelas, tetap tidak akan kapok atau jera serta akan terus suarakan kebenaran dan melawan kezaliman serta ketidakadilan meski harus dipenjara," kata Azis kepada Okezone di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Menurutnya, menjalani masa hukuman di balik jeruji besi tidak akan mengubah karakter kliennya sedikitpun, yang memang dikenal tegas dan lantang menyuarakan kebenaran dan ketidakadilan.

"Meski dipenjara dan diperlakukan apapun oleh rezim, beliau tidak akan kapok, karena singa akan tetap menjadi singa di manapun dia ditempatkan dan diperlakukan," ujarnya.

Habib Bahar bin Smith

Sebelumnya, mubaligh muda bernama lengkap Muhammad Bahar bin Ali bin Sumayt (Smith) itu dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp50 juta oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Bandung.

Pemimpin sekaligus pendiri Majelis Pembela Rasulullah yang bermarkas di Pondok Aren, Tangerang Selatan itu dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan. Ia dijerat Pasal 333 Ayat (2) KUHPidana dan atau Pasal 170 Ayat (2) dan Pasal 80 Ayat (2) juncto Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini