nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Depresi karena Diperkosa Bergilir dan Dipaksa Nyabu, Wanita Ini Loncat dari JPO Margonda

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 11:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 11 338 2077461 depresi-karena-diperkosa-bergilir-dan-dipaksa-nyabu-wanita-ini-loncat-dari-jpo-margonda-LkEpxfrV6M.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

DEPOK – Perempuan berusia 17 tahun berinisial AF mencoba melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompat dari atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Margonda, Beji, Kota Depok, Rabu (10/7/2019). Namun, aksinya tersebut dapat digagalkan oleh anggota Satpol PP Kota Depok yang sedang berjaga di wilayah itu.

Kasi Transmastibum Satpol PP Kota Depok, Agus Muhamad, mengatakan setelah berkomunikasi dengan korban. AF ternyata baru saja kabur dari rumah kontrakan di kawasan Citayem, Bogor.

Ia kabur dari rumah itu karena kerap dicekoki narkoba jenis sabu dan digauli seorang pria berinisial SBR yang dititipkan oleh ibu korban.

"Korban depresi dan baru saja kabur dari rumah kontrakan di kawasan Citayam. Korban tinggal sama pria yang dititipkan sama ibunya. Tapi, sama pelaku korban malah dikasih sabu dan disuruh melayani nafsu usai pakai narkoba," ucap Agus saat dihubungi wartawan, Kamis (11/7/2019).

Dia melanjutkan, selain pelaku SBR, sejumlah rekannya juga sering melakukan korban perbuatan asusila kepada AF. Itu terjadi ketika mereka usai berpesta sabu.

Ilustrasi (Shutterstock)

"Setiap habis makai sabu, korban selalu dipaksa melayani pelaku. Bahkan, teman-temannya pun ikutan," katanya.

Peristiwa yang sudah terjadi selama satu tahun itu membuat korban AF depresi, sehingga berniat mengakhiri hidupnya dari JPO Margonda. Beruntung saat melompat, tubuh korban tersangkut di pagar dan langsung diselamatkan anggota Satpol PP.

"Tadi anggota kita sedang jaga di atas Jembatan JPO di mana korban nekat loncat hingga nyangkut di pagar. Beruntung nyawanya berhasil diselamatkan," ujar Agus.


Baca Juga : Gadis 17 Tahun Diperkosa 2 Pemuda di Perkantoran Pemkab Boyolali

Setelah meyelamatkan korban AF, Agus mengaku petugas kemudian memeriksa secara fisik dan tidak ditemukan luka parah, dan diduga hanya mengalami depresi. Kemudian pihaknya langsung menyerahkan ke petugas Dinas Sosial dan melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok.

"Tidak ada luka serius, langsung dibawa ke Dinas Sosial, kemudian selanjutnya dibawa Dinsos Depok sepertinya dilaporkan ke Polres," tuturnya.


Baca Juga : Minta Ditemani ke Minimarket, Karyawati Swasta Malah Diperkosa Sopir Angkot

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini