nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjelasan RW soal Edaran Berisi Denda untuk Pendatang hingga Pelaku Zina dan Narkoba

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 17:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 11 519 2077680 penjelasan-rw-soal-edaran-berisi-denda-untuk-pendatang-hingga-pelaku-zina-dan-narkoba-q9GHCmxZDf.jpg Ketua RW 02 Kelurahan Mulyorejo, Sukun, Malang, Ashari, menunjukkan surat edaran yang viral di medsos. (Foto : Avirista Midaada/Okezone)

KOTA MALANG – Ketua Rukun Warga (RW) 02 Kelurahan Mulyorejo, Sukun, Kota Malang, angkat bicara mengenai surat edaran yang menuai kontroversi di kalangan masyarakat Kota Malang.

Ketua RW 02 Kelurahan Mulyorejo, Ashari, memang membenarkan surat edaran tersebut dikeluarkan oleh RW-nya. Namun, Ashari berdalih aturan tersebut tidak bersifat mengikat.

"Itu bukan bahasa hukum. Andai kata tidak memberi juga tidak masalah," ujar Ashari ditemui di kediamannya, Kamis siang (11/7/2019).

Ashari menjelaskan, nominal denda tersebut dimaksud supaya membuat warga jera atau ketakutan sehingga taat hukum.

Surat edaran salah satu RW di Malang yang menuai kecaman. (Foto : Facebook)

"Betul, nominal hanya untuk itu (penjeraan). Kalaupun tidak membayar sebenarnya tidak ada hukumannya. Intinya yang melatari kami membuat peraturan tersebut supaya kampung kami ini aman, sehat, dan tertib," ucapnya.

Ia juga menerangkan rincian iuran dana bagi warga pendatang diperuntukkan pula untuk kepentingan tanah makam senilai Rp1 juta.

"Dari uang Rp1,5 juta bagi pendatang baru, Rp1 jutanya untuk tanah makam. Sisanya Rp500 ribu untuk dimasukkan ke kas RT dan RW," katanya.

Surat edaran salah satu RW di Malang yang menuai kecaman. (Foto : Facebook)

Ia juga memastikan uang tersebut tak akan masuk untuk kepentingan atau kantong pribadi saja, melainkan untuk kepentingan warganya.

"Jadi ini nanti kembali ke warga. Misalnya saja saat Agustusan (peringatan hari kemerdekaan RI-red) atau acara bersih-bersih kampung," kata pria berkacamata ini.

Sebelumnya, sebuah surat edaran RW dinilai menuai kontroversi lantaran besaran iuran yang harus dibayar bagi warga pendatang, warga yang tinggal di kos, dan kontrak di wilayah tersebut.


Baca Juga : Viral Surat Edaran RW di Malang: Berzina hingga Edarkan Narkoba Cukup Bayar Denda Uang

Pada surat edaran tersebut, warga pendatang yang tinggal di lingkup nonperumahan dikenakan biaya Rp1,5 juta, penghuni kontrakan yang pindah di RW 02 dikenakan Rp250 ribu, dan penghuni rumah kos yang pindah diminta membayar Rp50 ribu.

Bahkan surat edaran tersebut mencantumkan denda bagi warga yang berbuat asusila dan zina, dengan membayar Rp1,5 juta. Warga yang melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga membayar Rp 1 juta, dan warga yang melakukan transaksi narkoba serta miras dikenakan denda sebesar Rp500 ribu.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini