nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkas Kasus Wanita Pembawa Anjing ke Masjid Dilimpahkan ke Kejaksaan

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Jum'at 12 Juli 2019 14:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 12 338 2078050 berkas-kasus-wanita-pembawa-anjing-ke-masjid-dilimpahkan-ke-kejaksaan-huSVBG2WhF.jpg Kapolres Bogor AKBP AM Dicky (Foto: Putra Ramadhani)

BOGOR - Penyidik Satreskrim Polres Bogor telah melimpahkan berkas perkara SM (52) ke Kejaksaan Negeri Cibinong. SM merupakan wanita yang menjadi tersangka penodaan agama lantaran membawa anjing ke dalam masjid.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengatakan pelimpahan berkas tahap 1 itu dilakukan setelah penyidik mengumpulkan keterangan dari 10 orang saksi dan 3 diantaranya merupakan saksi ahli.

"Kasus penistaan agama SM sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Cibinong. Kita juga sudah lalukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi dan 3 saksi ahli yakni ahli hukum lidana, ahli Psikiatri dan ahli agama," kata Dicky, Jumat (12/7/2019).

Baca Juga: DPR Minta Kasus Wanita Pembawa Anjing ke Masjid Jadi Pembelajaran 

Pembawa anjing di masjid

Jika nantinya berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap oleh kejaksaan, polisi akan melakukan penyerahan tersangka berserta barang bukti untuk selanjutnya dijadwalkan dalam persidangan.

"Apabila berkas dinyatakan lengkap oleh kejaksaan maka penyidik melakukan tahap dua yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan agar perkara ini dapat diproses kejaksaan kepada pengadilan untuk dilakukan sidang," tuturnya.

Sebelumnya, seorang wanita berinisial SM (52) masuk ke dalam Masjid Al-Munawaroh, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sambil membawa anjing pada Minggu 30 Juni 2019. Selain itu, SM yang juga tidak melepas alas kakinya ketika masuk ke masjid dengan emosi tanpa sebab yang jelas kepada jemaah. Jemaah pun mengusirnya dari masjid dan kemudian diamankan polisi.

Baca Juga: Wanita Pembawa Anjing ke Masjid Bogor Pernah Dirawat di RS Jiwa 

Meski dinyatakan SM mengalami gangguan kejiwaan oleh dokter, polisi tetap melakukan penyidikan dan menetapkannya sebagai tersangka kasus penistaan agama sesuai dengan Pasal 156a KUHP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini