Prabowo menilai bahwa sebagai Presiden, Jokowi berarti mengabdi dan memikul beban masalah yang besar.
"Kami siap membantu kalau diperlukan Pak untuk kepentingan rakyat, tapi kalau kami juga minta maaf pak, kalau kami mengkritisi bapak sekali-sekali karena demokrasi juga membutuhkan 'check and balance'," kata Prabowo yang mengisyaratkan tetap berada di jalur oposisi.
Selesai Prabowo bicara, Jokowi pun bertindak seolah-olah sebagai "master of ceremony" (MC) acara tersebut.
"Saya kira sudah jelas dan gamblang semua, saya kira tidak ada pertanyaan yang masih mengganjal, sudah jelas semua apa yang saya sampaikan dan apa yang disampaikan pak Prabowo, atau masih ada yang bertanya?" tanya Jokowi kepada wartawan.
Pertanyaan pertama adalah mengapa memilih lokasi MRT.
"Sebetulnya pertemuan di manapun bisa. Di MRT bisa, mau di rumah Pak Prabowo bisa, di istana bisa tapi kami sepakat memilih MRT," jawab Jokowi langsung.
Pertanyaan kedua terkait apakah Gerindra ikut bergabung ke dalam kubu koalisi pemerintah.
"Mengenai pembahasan koalisi saya harus omong apa adanya. Saya harus juga merundingkan mendiskusikan dengan sahabat-sahabat saya di koalisi Indonesia Kerja, ya saya kira Pak Prabowo juga melakukan hal yang sama, dengan relawan juga akan saya diskusikan," jawab Jokowi.
Pertanyaan ketiga mengenai bagaimana membuat pesan persatuan tersebut juga sampai ke para pendukung masing-masing.
"Saya kira kalau sudah melihat para pemimpinnya, sudah bergandengan mestinya pendukung sudah selesai dan bergandengan semuanya," kata Jokowi mantap.
Prabowo lalu mengucapkan pernyataan pamungkasnya.
"Jadi saudara-saudara, saya sangat setuju. Sudahlah, tidak ada cebong-cebong, tidak ada kampret-kampret, semuanya Merah Putih," kata Prabowo lalu kembali "cipika-cipiki" dengan Jokowi dan sekali lagi berjabat tangan.
Mereka berdua lalu naik eskalator untuk berjalan kaki menuju pusat perbelanjaan FX Sudirman yang berlokasi sekitar 200 meter dari pintu MRT Senayan. Saat keduanya berjalan, massa kembali menyemut dan mengerumuti untuk ikut merayakan atau sekadar ingin berfoto dengan keduanya.
Restoran yang dipilih untuk santap siang adalah "Sate Khas Senayan" yang berlokasi di lantai dasar FX Sudirman. Meja di tengah sudah dipersiapkan bagi keduanya. Meja itu dilatarbelakangi dengan gambar tokoh wayang lengkap dengan gunungannya.
Waktu memang masih menunjukkan pukul 10.54 WIB saat keduanya tiba, waktu untuk sarapan sudah lewat tapi belum juga saat untuk santap siang, anak muda zaman "now" kadang menyebut waktu makan tersebut "brunch", singkatan dari "breakfast lunch".
Menu yang disediakan dan dipilih adalah sate ayam, sate kambing, nasi kuning campur, pecel dan lontong cap gomeh. Untuk camilan, dipilih ongol-ongol, mendut, cenil dan tahu pong goreng, sedangkan minuman yang disediakan adalah teh tawar dan es kelapa.
Di meja kiri Jokowi-Prabowo yang dibentuk dengan susunan "U" tersebut duduk Ahmad Muzani berdampingan dengan Budi Gunawan dan Erick Thohir. Di seberang mereka lantas ikut bersantap Pramono Anung, Edhy Prabowo dan Budi Karya Sumadi.