Gerindra Tanggapi Rencana PA 212 Akan Gelar Ijtima ke-4

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Minggu 14 Juli 2019 13:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 14 605 2078673 gerindra-tanggapi-rencana-pa-212-akan-gelar-ijtima-ke-4-ijeWbLFe3N.jpg Aksi 212 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menanggapi mengenai rencana Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang akan menggelar Ijtima Ulama keempat pasca bertemunya Prabowo Subianto dengan Joko Widodo kemarin.

Saat dimintai tanggapan mengenai rencana PA 212 itu, Arief tidak mempermasalahkannya. Ia menjelaskan setiap kelompok masyarakat seperti PA 212 mempunyai hak untuk melakukan hal tersebut.

"Ya biar saja lah. Tidak apa-apa, itu kan haknya PA 212. Ya silahkan. Kita tidak menghalang-halangi," ujar Arief Poyuono kepada Okezone, Minggu (14/7/2019).

Baca Juga: Peran Besar JK di Balik Pertemuan Jokowi dan Prabowo Dibongkar Arief Poyuono

Arief

Arief pun cukup menyayangkan kalau pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo tidak disambut baik oleh pendukungnya, seperti PA 212. Ia berharap pertemuan itu bisa dimaknai sebagai sebuah silahrurahmi kebangsaan.

"Artinya kan PA 212 itu kan dulu dalam koalisi adil makmur, nah sekarang sudah dibubarkan. Jadi maknanya pertemuan pak Jokowi dan Prabowo harus kita maknai sebuah silaturahmi kebangsaan, persatuan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Arief Poyuono juga mengimbau kepada para pendukung Prabowo untuk tidak menganggap pesaing dalam kontestasi demokrasi adalah sebagai seorang musuh.

"Jangan pernah kita menganggap dalam perhelatan kontestasi demokrasi yang menjadi pesaing kita itu musuh. Ya sudah selesai, bukunya harus ditutup, dan kita move on, looking forward, dan mengontrol pemerintahan yang menang ini," terang Arief.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini