nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tuduhan Korupsi, Mantan Presiden Peru Alejandro Toledo Ditangkap di Amerika Serikat

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 16:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 17 18 2080163 tuduhan-korupsi-mantan-presiden-peru-alejandro-toledo-ditangkap-di-amerika-serikat-u9OqNywt5l.jpg Mantan presiden Peru Alejandro Toledo. Foto/Reuters

SAN FRANSISCO - Mantan Presiden Peru Alejandro Toledo ditangkap di Amerika Serikat (AS), kata otoritas Peru.

Kantor kejaksaan AS mengatakan Toledo ditangkap atas permintaan ekstradisi yang dikeluarkan pada Maret tahun lalu.

Toledo (75) dituduh menerima suap USD20 (Rp279 miliar) dari perusahaan konstruksi Brazil Odebrecht selama menjabat 2001-2006, mengutip BBC News, Rabu (17/7/2019).

Dia menyangkal semua tuduhan dan mengatakan penangkapan bermotivasi politik.

Baca juga: Mantan Presiden Peru Bunuh Diri ketika Hendak Ditangkap

Baca juga: Mantan Presiden Peru Ditangkap karena Mabuk

Toledo merupakan telah bekerja dosen tamu di Universitas Stanford, dekat San Francisco.

Menteri Kehakiman Peru Vicente Zeballos mengatakan Toledo akan menghadapi persidangan awal pekan ini.

Persidangan tersebut akan menentukan apakan Toledo akan ditahan selama proses panjang menyangkut pemulangannya dari Amerika Serikat.

Peru telah menghadapi gelombang skandal politik menyangkut korupsi, terutama terkait dengan kasus Odebrecht.

Mantan Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski termasuk di antara tokoh yang diincar. Ia ditangkap di kediamannya dalam penyelidikan itu atas dugaan menerima uang suap.

Mantan presiden lainnya, Alan Garcia, pada April menembak kepalanya sendiri hingga tewas untuk menghindari penangkapan dalam kasus dugaan suap dari perusahaan konstruksi Brazil itu.

Media Peru melaporkan bahwa mantan direktur eksekutif Odebrecht di Peru, Jorge Barata, menuduh Toledo menerima suap USD20 juta (Rp 279 miliar) sebagai imbalan atas pemberian kontrak kepada perusahaan untuk membangun bentangan jalan raya yang menghubungkan Peru dan Brasil.

Barata dilaporkan bekerja sama dengan jaksa di negara asalnya, Brasil dan di Peru sebagai bagian dari tawar-menawar pembelaan.

Toledo dengan keras menolak tuduhan itu. "Biarkan Tuan Barata mengatakan kapan, bagaimana, ke mana dan ke bank mana dia mengirimi USD20 juta. Saya tidak sabar menunggunya!" ujarnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini