nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengadilan Agama Disatroni Garong, Petugas Keamanan Disekap & Uang Puluhan Juta Raib

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 13:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 17 340 2080048 pengadilan-agama-disatroni-garong-petugas-keamanan-disekap-uang-puluhan-juta-raib-GUCZeMsxuG.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

KOBAR - Kantor Pengadilan Agama (PA) Pangkalan Bun, di Jalan Pasir Panjang, KM 5.5, Kumpai Batu Atas, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah disatroni garong, sekira pukul 00.30 WIB.

Penjaga kantor, Kadiyanto (30) pun disekap oleh para pelaku. Kaki dan tangan diikat dengan taplak meja pengadilan, mata dan mulut ditutup lakban.

“Menurut pengakuan korban, ia sempat mendengar ada suara membuka jendela di ruang sebelah, di mana ia tidur yakni di ruang Posbakum. Kemudian ia bangun, pas membuka pintu langsung ditodong pedang ke arah leher. Korban pun langsung mengikuti perintah kedua pelaku yang mukanya ditutup masker,” kata Humas PA Pangkalan Bun, Ahmad Zuhri saat konferensi pers di ruang kerjanya, Rabu (17/7/2019) siang.

Ia melanjutkan, saat ini korban sedang menjalani pemeriksaan di pusat kesehatan. Korban mengalami luka ringan di bagian pelipis sebelah kanan.

“Korban masih diperiksa dan pijit karena sempat disekap selama 3 jam,” sambungnya.

 Perampokan

Sementara itu, seorang Panitera Pengadilan Agama, Muhammad Aini yang pertama kali menolong korban menceritakan, saat itu pukul 03.30 WIB menjelang waktu subuh, ia mendengar ada suara minta tolong orang dan bilang ada rampok.

“Saya tinggal di rumah dinas belakang kantor PA, saya dengar suara orang minta tolong di jendela kantor PA. Saya samperin eh ternyata Kadiyanto sudah dalam posisi terikat kaki dan tangan, muka dan mulut ditutup lakban,” jelas Aini menceritakan.

Setelah ikatan dilepas, Kadiyanto baru menjelaskan bahwa ia sempat disekap kedua pelaku selama 3 jam. Yakni sejak 00.30 WIB-03.30 WIB.

 Pencurian

“Setelah kita cek ke semua ruangan pengadilan, barang barang yang hilang di antaranya Laptop 4 unit, 1 microtik CCTV, monitor CCTV satu set beserta server, brankas dibobol isi uang sekira Rp10 juta, kemudian uang korban Rp1jt 40rb dan handphone korban dibawa pelaku,” tuturnya.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Arut Selatan dan langsung ditangani juga oleh tim identifikasi Polres Kobar. “Polisi sudah mulai menganalisa. Tapi apa yang dilakukan bisa langsung konfirmasi saja,” tambah Ahmad Zuhri.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini