nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

54.789 Warga Mengungsi Akibat Gempa M 7,2 Guncang Halmahera Selatan

Antara, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 14:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 18 340 2080550 54-789-warga-mengungsi-akibat-gempa-m-7-2-guncang-halmahera-selatan-Ku1T0rGCOl.jpg Korban gempa Halmahera Selatan. (Ist)

TERNATE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara (Malut) mencatat, sebanyak 54.789 jiwa mengungsi tersebar di 15 titik pengungsian akibat terdampak gempa magnitudo 7,2 di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Akibat gempa tersebut, enam orang meninggal.

Sekretaris BPBD Malut, Ali Yau dalam keterangan pers yang diterima, menyatakan, berdasarkan data sementara untuk korban luka berat mencapai 34 orang, luka ringan 97 orang, dan meninggal dunia mencapai enam orang.

"Memang, enam korban yang tercatat meninggal akibat gempa di Halsel di antaranya Saima Mustafa (90) asal Desa Nyonyifi; Aspar Mukmat (20), warga Desa Gane Dalam, Kecamatan Gane Barat Selatan; Aina Amin (50), warga Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan, Wiji Siang Kale (60), warga Desa Gane Luar, Gane Timur Selatan; Sagaf Girato (50), warga Yomen, Kecamatan Kepulauan Joronga; dan Aisya Amin (50) warga Ranga-Ranga, akan diberikan santunan kepada ahli waris," ujarnya, mengutip Antaranews, Kamis (18/7/2019).

Sementara itu, sebanyak 963 rumah mengalami rusak berat dan 1.215 rusak ringan akibat gempa magnitudo 7,2 pada 14 Juli 2019.

Bangunan rusak akibat gempa M 7,2 guncang Halmahera Selatan.

Sedangkan, untuk data sementara yang tercover untuk rumah rusak berat di Kecamatan Gane Timur Selatan Desa Ranga-Ranga sebanyak 300 unit, Desa Gane luar 380 unit, Desa Samat 6 unit, Desa Gaimu 10 unit, Desa Kuwo 30 unit, Bacan Timur Selatan Desa Liaro 22 unit, Bacan Timur Tengah, Desa Tomara 90 RB, Kecamatan Gane Timur, Tanjung Jere 2 unit, Kecamatan Gane Barat Selatan dan Desa Lemo Lemo 131 unit; dan total 971 pemukiman rusak berat.

Untuk fasilitas umum, 6 gedung sekolah, 1 gereja, 2 masjid, 1 polindes, 1 perumahan TPQ, rumah guru, serta 1 PAUD rusak berat.

Masyarakat korban gempa tersebut memiliki kebutuhan mendesak, seperti terpal, selimut, tikar, air minum, makanan siap saji, dan kidsware.

Bahkan, tim yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, RAPI, PMI dan ACT (Aksi Cepat Tanggap) mendistribusikan logistik ke lokasi pengungsian di Kecamatan Bacan Timur, Kecamatan Bacan Timur Tengah Kecamatan Gane Dalam, Kecamatan Gane Timur dan Kecamatan Gane Barat.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI, Rachmat Koesnadi, ketika dikonfirmasi menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemda setempat dalam penanganan korban terdampak gempa dengan mengamati situasi terkini.

"Kami telah menerjunkan petugas perlindungan sosial korban bencana alam dari pusat untuk asessment kebutuhan serta pendataan ahli untuk mendapatkan santunan ahli waris bagi korban gempa Halsel," kata Rachmat.

Selain itu, tim Kemensos telah mengerahkan Tagana Malut dan Kabupaten Halsel untuk mengevakuasi korban ke tempat aman, pelayanan dapur umum lapangan dan pelayanan dukungan psikososial serta distribusi bantuan logistik, paket sembako, bantuan peralatan kebersihan kepada korban gempa di pengungsian.


Baca Juga : Korban Gempa Halmahera Selatan Butuh Makanan, Minuman dan Air Bersih

Ratusan pengungsi gempa berkekuatan magnitudo 7,2 di 62 km Timur Laut Labuha, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) mengeluhkan kurangnya stok makanan dan minuman, terutama di kawasan Kepulauan Joronga.


Baca Juga : BNPB Kebut Penanganan Dampak Gempa di Halmahera Selatan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini