Sementara itu, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI, Rachmat Koesnadi, ketika dikonfirmasi menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemda setempat dalam penanganan korban terdampak gempa dengan mengamati situasi terkini.
"Kami telah menerjunkan petugas perlindungan sosial korban bencana alam dari pusat untuk asessment kebutuhan serta pendataan ahli untuk mendapatkan santunan ahli waris bagi korban gempa Halsel," kata Rachmat.
Selain itu, tim Kemensos telah mengerahkan Tagana Malut dan Kabupaten Halsel untuk mengevakuasi korban ke tempat aman, pelayanan dapur umum lapangan dan pelayanan dukungan psikososial serta distribusi bantuan logistik, paket sembako, bantuan peralatan kebersihan kepada korban gempa di pengungsian.
Baca Juga : Korban Gempa Halmahera Selatan Butuh Makanan, Minuman dan Air Bersih
Ratusan pengungsi gempa berkekuatan magnitudo 7,2 di 62 km Timur Laut Labuha, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) mengeluhkan kurangnya stok makanan dan minuman, terutama di kawasan Kepulauan Joronga.
Baca Juga : BNPB Kebut Penanganan Dampak Gempa di Halmahera Selatan
(Erha Aprili Ramadhoni)