Zulhas Sebut Amien Rais Gunakan Bahasa Paling Halus Terkait Jokowi-Ma'ruf

Antara, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 19:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 18 605 2080715 zulhas-sebut-amien-rais-gunakan-bahasa-paling-halus-terkait-jokowi-ma-ruf-4vy1Oqjtqy.jpg Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), menilai Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, menggunakan bahasa paling halus yang sifatnya mengajak untuk memberikan kesempatan kepada Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih, guna menjalankan roda pemerintahan lima tahun ke depan.

"Pak Amien mengatakan kita beri kesempatan kepada Pak Jokowi dan kiai Ma'ruf sampai lima tahun, itu bahasa Pak Amien yang paling halus," kata Hasan, di Kompleks Parlemen, Jakarta seperti dikutip Antaranews, Kamis (18/7/2019).

Ia mengatakan, kalau dimaknai dari penggunaan bahasanya, maka ada ajakan untuk mendukung dan mendoakan agar Jokowi-KH Ma'ruf Amin sukses memimpin Indonesia agar menjadi lebih baik, adil, dan sejahtera.

Baca Juga: Gerindra: Meski Bertemu Jokowi, Prabowo Tak Akan Mengkhianati Pendukungnya

Terkait arah politik PAN, dia mengatakan, Indonesia merupakan negara Pancasila sehingga istilah oposisi tidak tepat.

 Amien Rais

Menurut dia, bisa saja partai politik di pusat tidak bersama-sama, tetapi di daerah bersama dalam hal mengusung calon kepala daerah, dan bisa terjadi sebaliknya.

"Misalnya di Lampung, kami dengan Partai Golkar bersama partai-partai lain, di Sulawesi Selatan kami bersama PDIP dan Nasdem. Jadi, kita menganut Pancasila, sistemnya musyawarah mufakat, itu bisa sepakat untuk sepakat, bisa juga sepakat atau tidak sepakat," ujarnya.

Baca Juga: Gerindra Sebut Pertemuan Lanjutan Jokowi-Prabowo Tak Membahas 'Jatah Kekuasaan' 

Hasan yang merupakan ketua MPR mengingatkan, pemerintahan di Indonesia tidak seperti di Amerika Serikat yaitu dua partai politik namun menganut sistem musyawarah mufakat dan menganut multi-partai. "Jadi, saya kira sebagai ketua MPR memang kadang-kadang saya mesti meluruskan di kita itu pemerintahannya bukan seperti Amerika (Serikat) yang hanya dua partai, tetapi kita adalah sistem musyarawah mufakat dan multipartai. Di sini tidak tetapi di daerah lain kita bisa bersama-sama," katanya.

Ia meminta semua pernyataannya tersebut tidak perlu diartikan macam-macam.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini