nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jemput UNESCO Global Geopark, Hidupkan The Kaldera Danau Toba

Jum'at 19 Juli 2019 19:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 19 1 2081180 jemput-unesco-global-geopark-hidupkan-the-kaldera-danau-toba-tqsMeA4Hax.jpg Foto: Kemenpar

TOBASA - Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan The Kaldera Danau Toba masuk dalam UNESCO Global Geopark (UGG) tahun ini. Untuk menjadi destinasi kelas dunia, Danau Toba harus mendapat pengakuan dari lembaga internasional pula.

“Pilihan buat Danau Toba adalah status UGG, agar levelnya naik dan diakui dunia,” kata Arief Yahya.

Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem, Deputi Pengembangan Destinasi Kemenpar, Indra Ni Tua menjelaskan bahwa tiga surat Menteri Pariwisata ke UNESCO sudah diterima oleh UNESCO Headquarters Paris di Prancis, sekitar tiga pekan silam.

“Dubes RI untuk UNESCO, Pak Surya Rosa di Paris terus memonitor. Kemarin beliau bertemu Margareth Patzak yang menangani dokumen kita. Katanya oke dan sudah mengirim ke cloud council yang akan mengevaluasinya,” kata Indra Ni Tua.

“Insyaallah Geopark Kaldera Toba bisa ditetapkan sebagai UGG di bulan September 2019 ini,” sambung Hiramsyah S Thaib, Ketua Tim Percepatan 10 Bali Baru yang juga ikut saat Menpar Arief Yahya mempresentasikan kembali keseriusan pemerintah Presiden Jokowi untuk membangun Geopark Danau Toba.

Kepada media di The Kaldera Danau Toba, Menteri Arief Yahya menjelaskan bahwa untuk menjadi destinasi kelas dunia, Danau Toba harus berstandar internasional. Baik itu atraksi, akses, dan amenitasnya.

“Khusus atraksi, Danau Toba harus berkelas dunia. Potensinya sangat kuat, nature-nya kuat, culture-nya ada, event buatan juga sangat kuat. Komitmen Pak Presiden Jokowi untuk pariwisata juga sangat serius, dan sudah menjadikan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas,” ungkapnya.

Sambil menunggu status UNESCO Global Geopark, Menpar Arief Yahya minta agar The Kaldera Danau Toba terus dihidupkan. Libatkan pihak ketiga untuk mengelola secara profesional dan yang sudah punya pengalaman bergerak di sana.

"Kalau kawasan ini mulai ramai dikunjungi orang, banyak spot selfie, seperti komunitas Genpi membuat Destinasi Digital selama 2 tahun terakhir, maka bisnis pariwisata akan hidup," terangnya.

Bagaimana dengan aksesnya? Menpar menjelaskan, ada Bandara Silangit yang jaraknya dekat dari Danau Toba. Bandara tersebut sudah berstatus bandara internasional dan terminalnya sedang diperluas. Selanjutnya ada Tol Kualanamu - Tebing Tinggi, lintasan Tebing Tinggi – Parapat yang sudah diperlebar, ditambah inner ring road dan outer ring road. Ada juga empat dermaga di Samosir.

“Dari dua kapal yang dijanjikan Pak Jokowi, satu sudah! Tinggal satu lagi,” ungkap Arief Yahya.

Di antara lima destinasi Super Prioritas, Danau Toba tergolong paling cepat dan paling maju inftrastruktur aksesnya. “Dulu Silangit itu nol, dan saya yang ngotot untuk dibangun. Dulu dicibir, siapa yang mau terbang ke sana? Sekarang anda bisa cek sendiri 450 ribu orang turun via Silangit, Siborong Borong,” kata Arief Yahya.

Kalau akses dan atraksi sudah kelas dunia dan hebat, maka para pelaku industry pariwisata akan hidup dan membuat amenitas. Dalam hal ini paling dominan di akomodasi. “Saya yakin bisa!” jelasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini