nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bassist Boomerang Usul Ganja Dilegalkan sebagai Obat, Ini Tanggapan MUI

CDB Yudistira, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 14:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 19 525 2080924 bassist-boomerang-usul-ganja-dilegalkan-sebagai-obat-ini-tanggapan-mui-AFWXGcDJaf.jpg Ilustrasi.

BANDUNG - Belum lama ini, pemain bas (bassist) Boomerang, Hubert Henry Limahelu diamankan polisi karena mengkonsumsi ganja. Ia mengklaim ganja dapat mengobati penyakit bhronitis yang tengah diidapnya.

Kisahnya tak berbeda dengan Fidelis Arie Sudewarto, pria asal Kalimantan yang harus menjalani proses hukum karena kepemilikan ganja untuk pengobatan sang istri yang mengidap penyakit langka syringomyeila.

Lalu bagaimana pendapat agama dalam penggunaan ganja sebagai obat?

Sekretaris MUI Jawa Barat, Rafani Achyar mengatakan, kajian legalisasi ganja untuk pengobatan belum tuntas. Namun begitu, dari kajian yang pernah diikutinya, banyak pendapat yang menyataan ganja tidak bisa digunakan untuk obat.

"Itu memang kajiannya belum tuntas yah. Tapi dari pendapat-pendapat yang sudah masuk itu yah, ganja enggak bisa pakai (untuk) obat, tetap unsur memabukkannya, unsur mudharatnya lebih banyak dari pada manfaatnya, karena itu tetap haram," kata Rafani, saat dihubungi, Jumat (19/7/2019).

Hubert Henry Limahelu.

Hubert Henry Limahelu

Dengan begitu, pihak MUI Jabar menolak apapun dasar yang menjadikan ganja sebagai obat. MUI khawatir legalisasi ganja akan memunculkan penyalahgunaan daun tersebut.

"Apalagi nanti kalau ini dilegalkan, orang kan bisa berdalih untuk obat untuk apa gitu, tapi nanti dioplos lagi, dicampur lagi, jangankan ada legalisasi untuk obat, tidak adapun orang begitu merekayasa yah," ucap dia.

Soal dalih orang-orang yang beranggapan ganja dapat menyembuhkan beberapa penyakit, menurutnya pun harus dinilai dari keseriusan penyakit dan tindakan medisnya terlebih dahulu.

"Makan babi pun boleh kalau dalam keadaan darurat, tapi ukuran daruratnya harus jelas. Tapi kan sekarang darurat dibutuhkan ganja itu seperti apa? Kecuali orang nyasar di tengah hutan enggak ada apa-apa kalau enggak makan dia mati, ada babi baru dia boleh, keadaan daruratnya jelas. Kalau sekarang obat masih banyak, masih macem-macem," katanya.

Maka begitu, pihaknya pun tidak merekomendasikan apapun landasan dasar yang menyebutkan ganja dapat digunakan sebagai obat.

"Kita tidak rekomendasi, karena banyak tidak manfaatnya," imbuhnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini